Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Harus Bangun Pertahanan

11 hours ago 5

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan akan terus membangun sistem pertahanan Indonesia. Ia ingin fokus di bidang pertahanan karena perang terjadi di berbagai penjuru dunia.

Prabowo mengatakan saat ini dunia sedang melihat banyak pertikaian dan perang yang terjadi di mana-mana. "Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada," kata Prabowo di Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu, 23 Mei 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan, Indonesia harus memiliki kekuatan untuk menjaga kekayaan bangsa. "Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita," tutur Prabowo.

Menurut dia, Indonesia saat ini sudah mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri. Maka dari itu, kata dia,negara tidak boleh sampai dipermainkan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak atau negara-negara tertentu.

Para April lalu, Prabowo mengatakan Indonesia termasuk salah satu negara paling aman apabila perang dunia III terjadi. Ia menilai kondisi Indonesia lebih baik dari kebanyakan negara lain.

Prabowo menyampaikan pandangannya itu dalam taklimat saat rapat kerja bersama jajaran kementerian, lembaga, hingga BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. "Sekarang kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas," kata Prabowo dari podium.

Menurut Prabowo, perang saat ini terjadi di mana-mana. "Negara mana yang tidak perang sekarang? Kasih tahu," ucap dia.

Prabowo menyoroti perang yang juga terjadi di kawasan Timur Tengah. Karena perang, menurut Prabowo, uang serta modal dari kawasan ini akan berpindah ke kawasan lain.

Prabowo melihat kondisi itu sebagai peluang bagi Indonesia yang tidak mengalami perang. Indonesia, kata dia, salah satu tujuan investasi yang paling diminati. "Jadi saudara-saudara, intinya adalah kita sangat banyak potensi," kata Prabowo.

Adapun pada Senin, 18 Mei 2026 lalu, Presiden Prabowo menyerahkan berbagai alat pertahanan kepada pihak TNI. Sejumlah alutsista itu di antaranya enam pesawat Multi Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale produksi Dassault Aviation; empat pesawat Falcon 8X produksi Dassault; satu pesawat Airbus A400M Atlas; dan radar Ground Control Intervention (GCI) GM403; serta sistem persenjataan Hammer smart weapon dan missile atau rudal meteor. Adapun, Indonesia sebelumnya telah menerima dua pesawat Falcon 8X dan satu pesawat Airbus A400M.

Pilihan Editor:  Mengapa Prabowo Membawa Maung ke Filipina?

Read Entire Article
Parenting |