TIM pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua pendaki warga Singapura korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Keduanya, yang menjadi dua pendaki tersisa yang dievakuasi setelah letusan pada Jumat pagi lalu, ditemukan dalam kondisi tewas.
Korban telah teridentifikasi sebagai Heng Wen Qiang Timothy, 30 tahun, dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, 27 tahun. Tim menemukan mereka hanya 50 meter dari kawah gunung api itu dalam kondisi tertimbun. Proses evakuasi juga sempat terhenti akibat hujan lebat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saat ini tim penyelamat sudah melakukan evakuasi jasad korban. Prosesnya masih berlangsung,” kata Kepala SAR Ternate Iwan Ramdani kepada Tempo di posko evakuasi di Desa Mamuya, Galela, pada Ahad, 10 Mei 2026.
Menurut Iwan, proses evakuasi harus melalui medan yang berat menuju lokasi. Selain itu, Gunung Dukono masih terus menyemburkan abu vulkanis, material panas, serta lontaran lava pijar ke sejumlah arah.
Petugas pengamatan Gunung Dukono, Saum Amin, mengatakan, hingga laporan ini dibuat, Gunung Dukono masih terpantau erupsi. Tinggi kolom abu vulkanis yang teramati kurang-lebih 800 meter di atas puncak. Kolom abu itu condong ke arah timur, tenggara, selatan, dan barat daya.
Erupsi terkini tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara 1 menit 37 detik. "Saat ini Gunung Dukono berada pada status level II waspada,” kata Saum.
Saum menjelaskan, dengan kondisi tersebut, pihaknya merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah gunung hingga radius 4 kilometer. “Mengingat letusan dengan abu vulkanis secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, kami juga minta menyediakan masker dan penutup hidung,” ujarnya.
Sebelumnya, 20 pendaki menjadi korban erupsi Gunung Dukono pada Jumat pagi lalu. Dari jumlah itu, 17 orang selamat, termasuk tujuh pendaki yang merupakan warga negara Singapura. Sementara itu, tiga pendaki dilaporkan tewas. Selain Heng Wein serta Shahin, seorang lagi adalah WNI bernama Engel Krishela Pradita dan telah dievakuasi pada Sabtu.















































