KEMENTERIAN Sosial menargetkan hasil investigasi proses pengadaan sepatu dan pelbagai perlengkapan lain untuk sekolah rakyat rampung pekan depan. Adapun investigasi ini dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh Menteri Sosial Saifullah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Minggu depan harus sudah clear terkait investigasi pengadaan ini,” ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Agus mengatakan tim khusus ini akan melakukan audit internal secara mendalam mengenai semua proses pengadaan untuk sekolah rakyat, khususnya mengenai pengadaan sepatu yang menjadi sorotan publik.
Nantinya, hasil audit tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. “Saya minta hasil investigasi ini dilakukan secara mendalam, karena nanti akan kita serahkan ke aparat penegak hukum,” tutur dia.
Melalui keterangan yang sama, Inspektur Bidang Penunjang Kemensos S. Hartanto menyampaikan bahwa proses pengadaan telah melalui tahapan kualifikasi. Harga yang ditetapkan juga telah melewati proses benchmarking, salah satunya dengan mengacu pada studi pembanding di Sekolah Taruna Nusantara.
Adapun pengadaan sepatu dan kaus kaki untuk program sekolah rakyat menjadi sorotan lantaran muncul dugaan harga sepatu sekolah rakyat senilai Rp 700 ribu per pasang. Belakangan Kemensos mengkonfirmasi bahwa sepatu yang dimaksud merupakan jenis sepatu PDH (pakaian dinas harian). Angka Rp 700 ribu juga baru harga pengadaan, sementara harga realisasinya berkisar antara Rp 610-640 ribu.
Berdasarkan data rencana umum pengadaan di INAPROC–portal pengadaan barang/jasa nasional yang dikelola oleh pemerintah, total nilai pengadaan sepatu PDH siswa sebesar Rp 27.541.500.000, dengan metode pengadaan menggunakan e-purchasing.
Selain itu, ditemukan pula pengadaan sepatu olahraga untuk siswa dengan total pengadaannya sebesar Rp 19.672.500.000. Ada juga pengadaan sepatu olah raga untuk guru, total nilai pengadaannya sebesar Rp 3.979.000. Selain itu, sepatu dinas guru sebesar Rp 5.570.600.000.
Dinda Sabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini















































