Album Menari dengan Bayangan dari Hindia Difilmkan Edwin

1 week ago 24

MUSIKUS Baskara Putra atau Hindia akan menandai debutnya di perfilman Indonesia sebagai produser eksekutif di film Menari dengan Bayangan yang akan disutradarai oleh Edwin. Film ini diadaptasi dari album debut Hindia yang dirilis pada 2019, yang diumumkan dalam acara perayaan ulang tahun ke-10 Palari Films.

Menari dengan Bayangan akan diproduksi oleh Palari Films dengan produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, serta penulis Winnie Benjamin dan Widya Arifianti.

“Perjalanan baru bagi karya Menari dengan Bayangan yang akan hadir dalam medium baru bersama Palari Films. Bagi saya, Palari Films adalah salah satu rumah produksi yang mampu menciptakan karya-karya yang selalu inovatif, relevan, dan membicarakan apa yang tengah terjadi di masyarakat,” ujar Baskara di Museum Macan pada Kamis, 2 April 2026.

Transformasi Musik Hindia

Sejak lama vokalis band .Feast itu berkeinginan melihat karya musiknya bertransformasi ke medium lain. Menurut dia, adaptasi album menjadi film merupakan peluang menarik untuk membuka dan memperlebar narasi album yang diciptakannya.

“Pengin album-album saya berubah bentuk atau format, tak harus film juga. Tapi rezekinya di album pertama dan disutradarai Edwin,” katanya.

Memasuki industri perfilman, Baskara mengaku ingin belajar dan memahami proses kolaboratif dalam produksi film. "Saya pribadi masih belum tahu bisa diterjemahkan atau tidak karena ini ilmu baru, industrinya beda. Ini kerja tim yang besar sekali,” tuturnya.

Pelantun “Evaluasi” itu mengatakan seluruh materi dalam album Menari Dengan Bayangan berpotensi menjadi bagian dari elemen musikal film tersebut, meski detailnya masih dalam tahap pengembangan. "Harusnya sealbum itu jadi soundtrack sih. Cuma, lagi-lagi belum bisa dibilang persisnya yang mana,” ujarnya.

Edwin di Mata Hindia

Baskara juga mengatakan mengikuti dan mengagumi karya Edwin mulai dari filmografi film pendek hingga feature. Menurut dia, Edwin punya ciri khas mampu menghadirkan pendekatan emosional kuat dalam genre coming-of-age, sehingga dirinya sudah punya bayangan dan ekspektasi perihal albumnya akan difilmkan.

"Misalnya kayak Kabut Berduri (2024) sampai Posesif (2017). Sebagai sebuah cerita coming-of-age drama saja menurut saya gigit banget dibandingkan cerita coming-of-age yang lain," tuturnya. 

Menari dengan Bayangan mengisahkan tentang Agra, seorang remaja penyendiri yang terseret ke dalam kacaunya masa sekolah. Di sana, persahabatan, cinta, dan kenakalan remaja mengubah cara pandangnya tentang rasa memiliki dan kehilangan, memaksanya menghadapi ketidakpastian masa depan serta bayang-bayang masa lalu.

Read Entire Article
Parenting |