Busyro Muqoddas Minta Jaksa Agung Buktikan Pengusutan Korupsi Pertamina Bebas Kepentingan Politik

5 days ago 6

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas meminta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin membuktikan pembongkaran kasus korupsi Pertamina bebas kepentingan politik. Pengungkapan kasus rasuah ini disebut-sebut sekadar ajang pergantian pemain minyak yang diduga melibatkan orang dekat Istana.

“Saya beri tausyiah kepada Pak Jaksa Agung dan jajarannya terutama yang muslim, mari dua hari ini kita betul-betul mendekatkan diri kepada Allah untuk membuka seterang-terangnya siapa di balik kasus ini,” ujar Busyro dalam diskusi daring yang diadakan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Jumat, 28 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Busyro mengatakan, publik memiliki hak untuk mengetahui siapa-siapa yang terlibat dalam kasus korupsi Pertamina. Pasalnya, menyitir laporan majalah Tempo edisi 16 Maret 2025, ia mengatakan di balik pembongkaran kasus ini diduga keras ada kepentingan politik yang menyeret nama di lingkaran Istana.

“Kalau ini tidak benar, kesempatan bagi Pak Burhanudin selaku Jaksa Agung dan jajarannya, buktikan kalau itu tidak benar. Tapi kalau itu benar bagaimana?” ujar eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Dengan pengalaman 40 tahun sebagai penegak hukum, Busyro mengatakan, pembongkaran kasus Pertamina sebenarnya tidak sulit. Asalkan, masyarakat sipil baik dari kampus dan lembaga dan swadaya masyarakat ramai-ramai membikin kajian akademik yang profesional dan independen ihwal kasus itu.

“Khususnya kepada Jaksa Agung yang saya muliakan, ini tausyiah. Sebagai sesama orang beriman, wajib memberikan tausiyah. Mengingatkan dengan cara yang baik. Tak ada kepentingan lain,” ujar Busro.

Majalah Tempo edisi 16 Maret 2025 mengungkap, pembongkaran kasus korupsi Pertamina diduga sekadar ajang pergantian pemain minyak. Empat orang yang mengetahui detail kasus korupsi minyak itu mengatakan pengusutan kasus korupsi minyak akan berujung pada pergantian pemain baru bisnis minyak dalam negeri. Ditemui terpisah, keempatnya sama-sama menyebut satu nama yang sudah disiapkan untuk mengganti pemain lama, yaitu Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.

Hashim, yang sekarang menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, sebenarnya bukan pemain baru di bisnis minyak. Pada 1997, Hashim lewat perusahaannya, Nations Energy Co Ltd, sudah mengakuisisi ladang minyak di Kazakhstan. Tapi ia tak menguasai jaringan di dalam negeri.

Fajar Pebrianto berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Parenting |