BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyatakan masih ada potensi hujan turun di Jakarta pada hari ini, Senin 6 April 2026. Tapi, berbeda dari beberapa hari belakangan, potensi hujan hari ini tidak merata.
Menurut BMKG, dikutip dari laman resmi, wilayah Jakarta Utara hanya akan berawan pada hari ini. Sedangkan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu memiliki potensi hujan meski intensitasnya ringan saja sepanjang hari ini. Hanya Jakarta Selatan yang diperkirakan memiliki hujan intensitas sedang.
Di pinggiran Jakarta, BMKG juga memprediksi hujan masih mungkin turun pada hari ini. Tapi, seperti di Jakarta, kebanyakan hanya berintensitas ringan. Hanya wilayah Kota Tangerang Selatan yang hujannya bakal lebih deras atau intensitas sedang.
Meski didominasi hujan intensitas yang ringan, Jakarta dan sekitarnya masih diminta BMKG untuk siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini. Jakarta mendapat peringatan dini hujan itu bersama sejumlah daerah lain seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Kemarin, hujan di Jabodetabek masih didominasi di bagian selatan, juga di sisi barat. Tapi sebagian besar wilayah di dalam Jakarta hujan turun minim. Sebaran hujan menurut data peta sebaran hujan Jabodetabek tertinggi di Tangerang, yakni 66,7 mm atau tergolong hujan lebat.
Menurut BMKG, pada skala regional, Monsun Australia sebenarnya telah terpantau terus menguat. Kondisi ini mendorong peningkatan massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat lebih kering. Konsisten dengan hal tersebut, analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa sejumlah wilayah mulai mengalami masa peralihan menuju musim kemarau.
Namun demikian, dinamika atmosfer lain masih turut memengaruhi potensi hujan di sebagian wilayah di Indonesia. Di antaranya adalah aktivitas Gelombang Rossby Equatorial yang berpropagasi ke arah barat melintasi sebagian wilayah Sumatera dan Jawa. Ada juga labilitas atmosfer pada skala lokal yang turut
mendukung proses konvektif di banyak daerah termasuk Banten dan Jawa Barat di sekitaran Jakarta.

















































