MANAJER Manchester City Pep Guardiola memuji determinasi timnya setelah berhasil meraih hasil imbang dramatis 3-3 di kandang Everton, Stadion Hill Dickinson, pada Selasa dinihari, 5 Mei 2026. Namun, ia mengakui peluang timnya untuk meraih gelar Liga Inggris kini semakin berat.
City saat ini tertinggal lima poin dari Arsenal, meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak. “Itu tergantung. Gelar tidak lagi berada di tangan kami. Sebelum pertandingan ini, itu ada di tangan kami, dan juga Arsenal. Tapi sekarang, tidak lagi,” ujar Guardiola, dikutip dari ESPN.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
City selanjutnya akan menghadapi Brentford yang berada di peringkat ketujuh dan masih bersaing untuk tiket kompetisi Eropa musim depan. Laga tersebut akan digelar di Etihad Stadium pada Sabtu mendatang, sebelum Arsenal bertandang menghadapi West Ham.
“Kami masih memiliki empat pertandingan di Liga Inggris, berikutnya melawan Brentford. Pertandingannya akan serupa karena lawan-lawan kami bagus, dan kita lihat apa yang terjadi nanti. Tentu saja kami tetap percaya diri, seperti saat datang ke sini,” kata Guardiola.
Manchester City sempat tampil dominan di babak pertama dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0 berkat gol Jeremy Doku pada menit ke-43. Namun, Everton bangkit di babak kedua dengan mencetak tiga gol dalam rentang 14 menit.
Pemain pengganti Thierno Barry mencetak gol pada menit ke-68, disusul sundulan Jake O’Brien pada menit ke-73 yang membawa Everton berbalik unggul. Barry kemudian menambah gol pada menit ke-81 untuk membuat skor menjadi 3-1. Gol pertama Barry berawal dari kesalahan umpan balik bek City, Marc Guehi.
Erling Haaland memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 pada menit ke-83, sebelum Doku mencetak gol penyeimbang pada masa tambahan waktu dan memastikan City membawa pulang satu poin. “Penampilan yang sangat bagus. Kami bermain luar biasa di babak pertama. Sangat sulit menghadapi fisik mereka,” ujar Guardiola kepada Sky Sports.
“Di babak kedua mungkin kami tidak terlalu mengontrol permainan, dan setelah kebobolan, mereka bangkit dan membuat pertandingan menjadi khas Inggris, sangat agresif dalam duel. Tapi secara keseluruhan, kami tampil sangat baik,” ucap pelatih asal Spanyol itu. “Hasil ini tentu lebih baik daripada kalah, tapi tentu saja lebih baik jika menang. Kami bermain untuk itu, dan ini menunjukkan karakter tim.”
Sementara itu, pelatih Everton David Moyes mengatakan timnya sempat mengalami masalah dalam bertahan, terutama pada momen gol Haaland. “Namun saat jeda, kami akan menerima hasil ini karena kami benar-benar didominasi di babak pertama,” kata Moyes. “Saya ingin pemain lebih dekat dan lebih banyak kontak dengan pemain Manchester City, tapi kami tidak bisa mendekati mereka. Mereka bermain sangat baik.”
Moyes menilai penampilan Everton jauh dari performa biasanya. Bahkan, menurut dia, laga melawan City adalah salah satu permainan terburuk Everton di kandang, terutama saat menghadapi tim-tim besar musim ini. “Para pemain sudah berusaha keras untuk kembali ke dalam pertandingan. Saat unggul 3-1, seharusnya kami bisa mempertahankannya, tapi kami gagal. Mendapat satu poin melawan City bukan hasil yang buruk, tetapi saat Anda sudah unggul 3-1, Anda tentu merasa punya peluang besar untuk menang,” ucap dia.
















































