LPEI Targetkan Pembiayaan Tumbuh 10 Persen

3 hours ago 5

LEMBAGA Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 10 persen pada 2026. Target tersebut diharapkan ditopang pertumbuhan yang berimbang antara segmen korporasi dan komersial.

“Total 10 persen, jadi, kami punya segmen korporasi dan komersial. Kami ingin portofolionya itu berimbang,” kata Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman saat ditemui di Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 17 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sulaeman menjelaskan bahwa pertumbuhan segmen korporasi ditargetkan di bawah 10 persen, sedangkan segmen komersial yang mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah diharapkan tumbuh di atas 10 persen. Dengan komposisi itu, portofolio pembiayaan secara keseluruhan ditargetkan meningkat lebih dari 10 persen.

Menurut dia, kondisi geopolitik global membuat lembaganya harus lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Situasi tersebut, kata dia, menuntut penguatan manajemen risiko untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan ekspor.

Dia berujar bahwa LPEI melakukan stress testing secara berkala untuk mengukur ketahanan portofolio pembiayaan dan likuiditas terhadap berbagai skenario tekanan, seperti perlambatan ekonomi global, volatilitas nilai tukar, kenaikan suku bunga, hingga penurunan harga komoditas. Dari simulasi itu, langkah mitigasi disiapkan lebih dini dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap margin masing-masing debitur.

Selain itu, LPEI melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan dari sisi sektor maupun negara tujuan ekspor agar risiko tidak terkonsentrasi pada pasar tertentu. Penguatan tata kelola dan pengawasan internal juga ditempuh melalui pemantauan portofolio yang lebih intensif serta penerapan sistem peringatan dini terhadap kondisi debitur. Serta, memanfaatkan instrumen mitigasi risiko seperti asuransi dan penjaminan ekspor untuk membantu eksportir mengelola risiko perdagangan internasional, termasuk risiko pembayaran dan fluktuasi pasar.

Di sisi pendanaan, LPEI memperkuat manajemen likuiditas dan struktur pendanaan agar tetap memiliki fleksibilitas dalam menjaga stabilitas pembiayaan. Kolaborasi dengan lembaga keuangan domestik maupun internasional, termasuk berbagai export credit agencies, juga dilakukan untuk berbagi risiko sekaligus memperluas kapasitas pembiayaan proyek ekspor strategis.

Sulaeman menyebut pendekatan akuisisi debitur dilakukan melalui asosiasi dan ekosistem ekspor serta bekerja sama dengan kementerian atau lembaga yang memiliki basis data eksportir. Data tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pengembangan pipeline pembiayaan.

Secara umum, kata dia, portofolio LPEI masih didominasi sektor strategis berorientasi ekspor seperti manufaktur, agribisnis, dan pertambangan, sejalan dengan mandat lembaga tersebut dalam mendorong daya saing ekspor nasional.

Read Entire Article
Parenting |