Mahasiswa Udayana Akan Gelar Sidang Akbar, Tuntut Pencabutan Kerja Sama Kampus dengan TNI

18 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana I Wayan Arma Surya Darmaputra memastikan elemen mahasiswa akan segera melakukan aksi untuk menolak perjanjian kerja sama yang diteken antara Universitas Udayana dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana. Aksi tersebut, kata Arma, akan digelar pada Selasa, 8 April mendatang.

Arma mengatakan, aksi nantinya tidak akan dilakukan dengan turun ke jalan sebagaimana biasanya. Para mahasiswa, kata Arma, telah bersepakat untuk melangsungkan aksi dalam bentuk Sidang Akbar. Metode aksi protes tersebut akan mirip dengan Mahkamah Rakyat Luar Biasa yang sempat dilangsungkan untuk menuntut kejahatan yang dilakukan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Agenda sidang akbar mahasiwa tanggal 8 April 2025,” tulis Arma dalam keterangan resminya seperti dikutip oleh Tempo pada Kamis, 3 April 2025.

Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya para mahasiswa melakukan konsolidasi pada hari Selasa, 1 April 2025 lalu. Nantinya akan ada dua poin tuntutan yang diserukan oleh mahasiswa. Pertama, pembatalan kerja sama Universitas Udayana dengan Kodam IX/ Udayana. Kedua, pembatalan Nota Kesepahaman Kemendikbudristek dengan TNI.

“Universitas Udayana harus tetap menjadi ruang yang bebas bagi pengembangan ilmu pengetahuan tanpa intervensi yang dapat menghambat kebebasan akademik dan integritas intelektual,” ucap Arma.

Sebelumnya Arma juga telah memastikan bahwa mahasiswa akan menggelar aksi untuk menolak kerja sama kampusnya dengan aparat militer. Dia mengungkapkan, aksi tersebut akan diikuti oleh seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkup Universitas Udayana.

“Aksi bakal tetep digelar sesuai dengan kesepakatan konsolidasi dan diikuti seluruh organisasi mahasiswa Universitas Udayana," kata Arma ketika dihubungi Tempo pada Senin, 31 Maret 2025.

Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana mengklaim kerja sama tersebut tidak akan membangkitkan militerisme di kampus. "Kerja sama ini tidak bertujuan untuk membawa praktik militer ke dalam dunia kampus," kata Sudarsana seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 1 April 2025.

Universitas Udayana baru saja mengesahkan perjanjian kerja sama dengan Kodam IX/Udayana yang tertuang dalam dokumen perjanjian Nomor B/2134/UN14.IV/HK.07.00/2025. Dokumen itu ditandatangani pada Rabu, 5 Maret 2025, tetapi baru diumumkan ke publik lewat akun Instagram resmi Universitas Udayana pada Rabu, 26 Maret 2025.

Ada beberapa klausul yang diatur dalam dokumen yang terdiri atas 20 pasal tersebut. Pasal 2 menyebutkan ada enam ruang lingkup kerja sama antara Universitas Udayana dan Kodam IX/Udayana. Mulai peningkatan sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, hingga pelatihan bela negara.

Read Entire Article
Parenting |