MK Korea Selatan akan Putuskan Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol Hari Ini

17 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Para demonstran telah berkumpul di ibu kota Korea Selatan untuk menunggu putusan Mahkamah Konstitusi pada Jumat 4 April 202. Putusan MK ini tentang apakah akan menegakkan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol atas deklarasi darurat militer, atau mengembalikannya ke tampuk kekuasaan.

Seperti dilansir Antara dan Channel NewsAsia, polisi Korea Selatan meningkatkan kewaspadaan dengan mengerahkan ribuan personel jelang putusan MK atas pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Polisi telah menempatkan personelnya pada tingkat kewaspadaan tertinggi kedua pada Kamis, dengan rencana mengerahkan sekitar 14.000 orang di ibu kota Seoul, lapor Yonhap News.

Upaya Yoon pada 3 Desember untuk menumbangkan pemerintahan sipil menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan politiksetelah dia mengirim tentara bersenjata ke parlemen.

Majelis hakim beranggotakan delapan orang hakim akan memutuskan apakah akan mengembalikan jabatan atau memecat Yoon. Dia dimakzulkan oleh Majelis Nasional pada 14 Desember karena upaya darurat militernya yang gagal, yang menjerumuskan negara tersebut ke dalam krisis politik terburuk dalam sejarah terkini.

Jika dikembalikan jabatannya, Yoon akan segera melanjutkan tugasnya. Jika dipecat, Korsel akan menyelenggarakan pemilihan presiden dadakan dalam 60 hari ke depan.

Menurut hukum, persetujuan minimal enam hakim itu diperlukan untuk menegakkan pemakzulan.

Mahkamah Konstitusi akhir bulan lalu menolak pemakzulan Perdana Menteri Han Duck-soo, dan mengembalikannya ke tugasnya.

Peringatan "Eulho" menempatkan setengah dari semua pasukan polisi yang tersedia dalam keadaan siaga darurat, sementara peringatan tertinggi, "Gapho," akan dikeluarkan pada Jumat untuk menugaskan seluruh pasukan ke situasi tersebut.

Polisi telah menyelesaikan operasi "zona vakum" di dekat Mahkamah Konstitusi dengan menutup area tersebut dengan bus polisi.

Militer Korea Selatan juga akan meningkatkan tindakan pengawasannya terhadap Korea Utara menjelang putusan tersebut, kata Kepala Staf Gabungan.

Putusan Mahkamah akan disampaikan dari pengadilan dan dapat disiarkan secara langsung serta dihadiri publik.

Yoon, menurut tim hukumnya, tidak akan menghadiri sidang MK yang telah lama ditunggu-tunggu itu.

Pada Januari, ia ditangkap dan didakwa atas tuduhan pemberontakan kriminal, tetapi dibebaskan dari penjara bulan lalu setelah pengadilan distrik Seoul membatalkan penangkapannya dan mengizinkannya untuk diadili tanpa ditahan secara fisik.

Read Entire Article
Parenting |