Pelabuhan Cirebon Jadi Gerbang Logistik Utama Jawa Barat

3 hours ago 6

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional II Cirebon menyebut Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, berperan sebagai gerbang logistik utama untuk menopang distribusi komoditas industri di wilayah Jabar hingga sebagian Jawa Tengah.

Branch Manager PT Pelindo Regional II Cirebon Hari Priyatna mengatakan pelabuhan tersebut menjadi titik bongkar berbagai komoditas strategis yang dikirim dari sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Peran dari Pelabuhan Cirebon adalah kita punya dermaga sebagai penghubung, gerbang ekonominya. Semua komoditas dari Kalimantan dan Sumatera sandar di sini,” kata Hari di Cirebon, Kamis, 21 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan komoditas yang ditangani di pelabuhan tersebut meliputi curah cair, curah kering, general cargo, hingga break cargo dengan tujuan distribusi untuk kawasan Cirebon Raya, Bandung Raya, sampai Jateng bagian timur.

Menurut dia, kebutuhan industri di wilayah seperti Purwakarta, Bandung, hingga Tegal banyak ditopang distribusinya melalui Pelabuhan Cirebon, termasuk komoditas batu bara untuk sektor semen dan tekstil. “Yang dari di Bandung itu rata-rata dari sini. Bongkarnya di sini semua,” ujar dia.

Pada aktivitas bongkar muat hari ini, kata dia, Pelabuhan Cirebon menangani komoditas jagung untuk kebutuhan pakan ternak dengan total volume sekitar 4.700 ton.

Hari mengatakan jagung tersebut diangkut menggunakan Kapal Langgeng dan Kapal Bunga Melati 21 dari Pelabuhan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemudian dibongkar untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak di wilayah Cirebon. “Bunga Melati bongkar 2.200 ton, Langgeng 2.500 ton. Semuanya dari Dompu, NTB, untuk pakan ternak di wilayah Cirebon,” katanya.

Berdasarkan sektor nonpetikemas, lanjut dia, total throughput per komoditas pada April 2025 mencapai 3,83 juta ton dengan dominasi batu bara sebesar 2,67 juta ton. Pihaknya mendata komoditas lain yang cukup besar antara lain pasir kuarsa 181 ribu ton, jagung 162 ribu ton, minyak sawit 104 ribu ton, serta cangkang sawit 101 ribu ton.

Sementara itu, hingga April 2026, realisasi throughput tercatat mencapai 1,35 juta ton atau meningkat 397 ribu ton dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 1,06 juta ton.

Hari menambahkan Pelabuhan Cirebon saat ini menjadi pelabuhan umum utama di Jabar yang berada di bawah pengelolaan Pelindo. “Kalau di Jawa Barat di bawah Pelindo cuma satu, yaitu Pelabuhan Cirebon,” katanya.

Read Entire Article
Parenting |