Polisi Usut Kelalaian Perawat di Kasus Bayi Nyaris Tertukar

2 hours ago 5

KEPOLISIAN Daerah Jawa Barat masih menyelidiki kasus bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Nina Saleha, ibu berusia 27 tahun, menceritakan bayinya nyaris dibawa oleh orang tak dikenal dari rumah sakit.

Polisi tengah memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam manajerial. “Kami bakal klarifikasi (tenaga medis) dahulu," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Anton pada Senin, 13 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Anton, penyidik telah datang ke RSHS pekan lalu untuk meminta keterangan dari sejumlah pihak di rumah sakit tersebut. “Belum ada laporan, tapi kami tetap melakukan penyelidikan,” kata Anton dalam keterangan tertulisnya.

Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus tersebut demi memberikan kejelasan dan keadilan. Menurut Anton, peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat adanya dugaan kelalaian pihak rumah sakit. 

Sebelumnya, Nina Saleha menceritakan bayinya yang baru berusia beberapa hari dijadwalkan pulang dari rumah sakit , namun terkendala proses administrasi. Pada saat yang sama, ada bayi lain yang seharusnya juga sudah pulang, namun batal karena dinyatakan ada gangguan medis. 

Sembari menunggu dipanggil oleh perawat, Nina pergi ke bawah karena merasa lapar. Tak lama, ia merasakan buruk sehingga buru-buru mengecek keadaan anaknya ke atas. “Sewaktu ke atas, anak saya ada di tangan orang lain. Untungnya belum jauh,” katanya dalam video yang beredar. 

Nina kemudian mempertanyakan mengapa anaknya diserahkan kepada orang lain. Ketika itu, perawat beralasan karena ia tak datang setelah dipanggil beberapa kali. “Lah, kalau aku gak ada, kenapa anak aku dikasih (ke orang lain)?” kata Nina. 

Perawat bahkan sudah melepas gelang identitas bayi. Padahal, kata Nina, gelang itu seharusnya tak dilepas sebelum bayi boleh pulang, agar tidak tertukar. “Aku marah, aku gak terima,” ujar Nina. 

Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung akhirnya meminta maaf dan menonaktifkan perawat yang bersangkutan untuk sementara waktu. “Segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamya," tulis manajemen Rumah Sakit yang diunggah melalui akun Instagram @rshs_bandung pada Kamis, 9 April 2026.

Annisa Febiola ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
Parenting |