Prabowo: Ada Kelompok Masyarakat yang Tidak Mau Kerja Sama

4 hours ago 9

PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti kelompok masyarakat di Indonesia yang dia nilai tidak mau diajak bekerja sama. Prabowo mengibaratkan mereka seperti orang-orang yang tidak mau gotong royong membangun jembatan di desa.

Prabowo menyampaikan pandangannya itu saat berpidato di rapat kerja dengan jajaran kementerian, lembaga, dan BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. Menurut Prabowo, keberadaan pihak-pihak yang tidak mau bekerja sama di tanah air adalah fenomena yang dirasakan bersama.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Ada satu fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga, yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama," kata Prabowo dari atas podium.

Prabowo mengatakan dirinya menghormati sikap kelompok-kelompok tersebut. "Kita tidak ada masalah," ujar Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Prabowo mengibaratkan fenomena ini selayaknya pembangunan jembatan di desa. Kondisi ini, kata dia, seperti saat rakyat desa melihat kebutuhan untuk membuat jembatan, namun ada sekelompok orang yang tidak mau ikut membangunnya.Prabowo berujar tidak memiliki masalah dengan kondisi demikian. "Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan. Yang enggak mau ikut bangun jembatan, ya enggak ada masalah. Silakan saudara duduk, nonton, atau apa, boleh kritik, boleh," tuturnya.

Meski begitu, Prabowo tetap merasa heran dengan adanya orang-orang yang mengkritik pembangunan jembatan saat mereka tidak mau ikut serta. Apalagi, kata dia, kritik itu disampaikan dengan kata-kata kasar. "Kamu, goblok kamu. Kayunya salah, jangan di situ. Pakunya salah, harus di sini. Rantainya salah," kata Prabowo mencontohkan para pengkritik.

Sikap terus-terusan mengkritik, Prabowo menilai, tidak akan membuat jembatan tersebut selesai dibangun. Maka dari itu, Prabowo merasa orang-orang yang ingin ikut serta membangun jembatan tidak boleh grogi menghadapinya.

Prabowo juga menanggapi kritik yang menggunakan kata-kata kasar. "Iya, saya goblok, tapi rakyat desa minta jembatan, saya bangun jembatan untuk rakyat kita," kata dia.

Prabowo mengatakan fenomena tersebut bukan hal baru maupun hanya terjadi di Indonesia. Menurut dia, fenomena itu sudah ada ratusan tahun lalu sejak zaman kolonial di mana ada saudara setanah air yang justru mempermudah penjajahan. "Itu saudara kita juga. Jadi ini bukan fenomena baru. Ini biasa. Bibit-bibit dengki, iri, syirik, itu bagian dari manusia. Kebencian, dendam, sakit hati," tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, Presiden Prabowo masih berbicara di podium kepada para pembantunya. Untuk rapat kerja kali ini, Prabowo mengundang seluruh pejabat level menteri dan wakil menteri, kepala dan wakil kepala badan, hingga para pejabat eselon satu. Ratusan pejabat tersebut datang ke Istana Kepresidenan pada Rabu siang ini.

Sehari sebelum agenda taklimat Rabu ini, Prabowo mengundang sejumlah menteri dan kepala badan ke Istana. Pada Selasa, 7 April 2026, beberapa pejabat yang terlihat hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Pertanian Amran Sulaiman; serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Kemudian, ada pula Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Seusai rapat pada Selasa kemarin, Menko Airlangga mengungkapkan dirinya membahas sektor ekonomi dengan Prabowo. Menurut Airlangga, hasil rapat tersebut akan dibahas dalam acara rapat kerja akbar bersama seluruh menteri hingga eselon satu pada Rabu ini. "Besok diminta untuk disampaikan," kata Airlangga setelah rapat pada Selasa kemarin.

Pilihan Editor:  Katanya Efisiensi, Mengapa Prabowo ke Luar Negeri Terus


Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |