TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berencana mulai melaksanakan pengamatan bulan baru Hijriah atau rukyat hilal pada 29 Maret 2025. Pengamatan di 37 lokasi di Indonesia itu untuk menentukan tanggal 1 Syawal sekaligus penanda Hari Raya Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025. “Hilal awal Syawal di Kota Bandung tidak akan teramati pada 29 Maret namun berpotensi teramati pada 30 Maret,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu, Jumat 28 Maret 2025.
Berdasarkan data, ketinggian hilal atau bulan baru yang teramati di Kota Bandung pada Sabtu 29 Maret 2025 yaitu -1 derajat 53,89 menit. Kemudian elongasi 1 derajat 3,69 menit, fraksi iluminasi atau keredupannya 0,03 persen, dan umur bulan -0,03 jam. Sedangkan pada Ahad 30 Maret, ketinggian hilal 9 derajat 14,33 menit, elongasi 14 derajat 18,85 menit, fraksi iluminasi 1,40 persen, dan umur bulan 23,96 jam. Tinggi hilal dan besar elongasi itu jauh melampaui persyaratan MABIMS.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dari hasil data tersebut, dan data rekor pengamatan hilal oleh BMKG, keilmuan astronomi, serta data prakiraan cuaca, maka hilal awal Syawal 1446 Hijriah di Kota Bandung berpotensi teramati baru pada 30 Maret 2025. Selain itu, pada 29 Maret, BMKG memprakirakan cuaca di Kota Bandung hujan sedang pada siang hari antara pukul 13.00 – 19.00 WIB. “Sehingga hilal berpotensi tidak dapat teramati,” ujar Rahayu.
Rencananya tim Stasiun Geofisika BMKG Bandung akan mengamati hilal di atap kantornya pada Sabtu 29 Maret 2025. Adapun mekanisme pengamatan penentu awal bulan Qomariah atau Hijriah itu oleh BMKG yaitu dengan menggunakan teleskop atau teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.
Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop kemudian secara otomatis mengikuti berubahnya posisi bulan di ufuk barat. Dengan teknologi informasi, data tersebut langsung dikirim ke server di BMKG Pusat, untuk kemudian disimpan dan disebarluaskan secara daring melalui http://hilal.bmkg.go.id.
Selain di Bandung pengamatan di kota lain seperti Aceh, Tapanuli Tengah, Medan, Deli Serdang, Tanjung Pinang, Lampung, Padang, Bengkulu, Tangerang, Bandung, Pekalongan, Yogjakarta, Malang, Denpasar, Mataram, Gorontalo, Waingapu, Kupang, Alor, Balikpapan, Makassar, Gowa, Donggala, Manado, Kolaka, Ternate, Ambon, Sorong dan Jayapura.