TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan cuaca tak jarang memicu alergi, terutama pada orang yang rentan. Selain itu, alergi bisa dipicu debu, serbuk sari, bulu binatang, kutu, obat, makanan, atau susu.
Akan tetapi, risiko dan efek alergi bisa bervariasi secara signifikan berdasarkan kelompok umur. Berikut penjelasannya, dilansir dari Marca pada 1 April 2025.
Anak-anak
Pada anak-anak, alergi biasa terjadi pada usia 2-12 tahun. Pada tahap ini, sistem imun sedang berkembang dan lebih rentan terhadap reaksi alergi. Gejala alergi yang khas termasuk bersin-bersin, mata gatal, dan hidung tersumbat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Paparan serbuk sari di usia dini bisa memicu asma di masa datang. Selain itu, alergi yang tidak diobati bisa mempengaruhi proses belajar di sekolah dan kualitas tidur, yang bisa berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan emosional.
Remaja
Di masa remaja, banyak yang mengalami alergi yang lebih parah. Penyebabnya perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi respons sistem imun. Remaja rentan mengalami alergi rinitis yang bisa mempengaruhi aktivitas dan kehidupan sosial sehari-hari.
Rasa lesu karena gangguan tidur akibat gejala alergi bisa berdampak pada konsentrasi dan performa akademik. Selain itu, sebagian remaja mulai terserang asma terkait alergi musiman.
Orang Dewasa
Pada orang dewasa, alergi bisa lebih kompleks karena faktor lingkungan dan pekerjaan. Mereka mungkin mengalami sensitivitas baru atau peningkatan keparahan reaksi alergi yang sudah ada.
Paparan debu atau serbuk sari secara terus-menerus selama beraktivitas di luar ruangan atau pekerjaan yang berhubungan dengan pertanian dan riwayat keluarga bisa memperparah reaksi alergi. Orang dewasa juga perlu mewaspadai interaksi obat-obatan antara obat untuk mengatasi alergi dan untuk penyakit yang lain.
Lansia
Seiring pertambahan usia, sistem imun pun cenderung melemah, yang bisa mempengaruhi respons lansia terhadap alergen. Sebagian lansia mungkin mengalami berkurangnya keparahan karena perubahan sistem imun tapi sebagian lain mungkin mengalami sensitivitas baru atau meningkatnya intensitas reaksi yang sudah ada. Kemudian, penyakit penyerta terkait usia bisa mempersulit pengobatan alergi.