Skema Student Loan, Pemerintah Minta Mahasiswa Bayar setelah Punya Gaji

19 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan segera menerapkan sistem pinjaman pendidikan atau student loan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan, mahasiswa nantinya hanya wajib melunasi pinjaman setelah bekerja dan memperoleh jumlah gaji tertentu.

Pilihan editor: Bisnis Baru Ormas Keagamaan: Konsesi Tambang
 
“Angsuran hanya akan dibayarkan peminjam setelah gaji per tahun melewati batas penghasilan tertentu, misalnya Rp 54 juta per tahun,” kata Stella kepada Tempo lewat keterangan tertulis pada Selasa, 1 April 2025.
 
Selain itu, pemerintah memastikan akan ada asuransi untuk mengurangi risiko kredit macet ketika skema pinjaman pendidikan telah diterapkan. Adapun mekanisme pelunasan pinjaman adalah melalui penarikan otomatis dari gaji peminjam.
 
“Konsekuensi lain juga akan minim karena skema pembayaran akan ditarik otomatis dari gaji setelah bekerja,” ujar Stella.
 
Kemdiktisaintek berencana meluncurkan skema pinjaman pendidikan pada Agustus atau September 2025. Stella mengatakan Kemdiktisaintek bakal menggandeng perbankan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan untuk menerapkan skema ini. Ketiga pihak tersebut nantinya akan berbagi peran.
 
Peran perbankan adalah memberi pinjaman semacam kredit usaha rakyat (KUR) kepada mahasiswa. Kemudian LPDP akan membayarkan premi asuransi dan bunga ke mahasiswa untuk dibayar ke bank, sementara Kemdiktisaintek berperan sebagai pengelola dan penjamin kredit.
 
Mahasiswa nantinya akan menyetorkan angsuran dan bunga dari LPDP ke bank. “Bunga fixed rate (tarif tetap) akan dibayarkan LPDP sekaligus di awal pinjaman ke mahasiswa untuk disetor ke bank bersama angsuran,” kata Stella.
 
Ia mengungkap diskusi tentang skema ini sudah hampir selesai. “Diskusi sudah hampir final dengan Kemenkeu dan LPDP serta perbankan,” ucapnya.
 
Sebelumnya, wacana pinjaman pendidikan di Indonesia kembali muncul dari pernyataan Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Brian mengatakan kementeriannya sedang menyiapkan sebuah lembaga pinjaman yang bertujuan membantu mahasiswa membayar biaya kuliah. Ia mengungkap rencana ini masih dalam tahap perumusan.
 
“Jadi bagaimana kami bisa mengajak partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya membuat satu lembaga. Nanti lembaga ini memberikan pinjaman secara minim,” kata dia saat ditemui di Kantor Kemdiktisaintek pada Jumat, 14 Maret 2025.  
 
Brian menyatakan pinjaman tersebut dapat dilunasi dalam bentuk cicilan oleh mahasiswa setelah mereka lulus kuliah. Ia berharap programnya segera diterapkan karena diyakini dapat membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi.  

slot-iklan-300x600

M. Rizki Yusrial berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Parenting |