Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar survei pemantauan komoditas pangan menjelang Lebaran.
29 Maret 2025 | 11.26 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali menggelar survei pemantauan komoditas pangan di pasar tradisional dan pasar modern menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2025. Survei ini untuk memastikan bahwa dinamika harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar tetap dalam kondisi yang wajar dan masyarakat tetap terlindungi dari potensi praktik spekulasi atau tindakan oknum yang menyalahgunakan momentum hari besar.
Dari survei dan analisis komparasi dengan awal Ramadhan, KPPU menyimpulkan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Meski demikian, stok komoditas tersebut masih tersedia di pasar.
“Dua komoditas, yakni cabai rawit dan bawang putih, mengalami kenaikan yang signifikan hampir di seluruh wilayah Indonesia,” kata Anggota KPPU Eugenia Mardanugraha dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 29 Maret 2025.
Meskipun demikian, kenaikan dinilai wajar sebagai dampak dari tingginya permintaan atas komoditas pangan jelang Hari Raya Idul Fitri. KPPU juga belum menemukan adanya indikasi persaingan usaha tidak sehat dalam pemasokan komoditas tersebut.
Adapun, survei ini digelar di pasar modern dan tradisional di tujuh Kantor Wilayah KPPU, yaitu di Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Yogyakarta. Pemantauan dilakukan terhadap harga berbagai komoditas pangan dan perbandingannya dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) atau Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Badan Pangan Nasional, serta komparasinya dibandingkan harga di awal Ramadan. Adapun, hasil sigi tersebut sebagai berikut.
- Harga beras medium mengalami kenaikan dan berada di atas HET di seluruh wilayah survei. Harga tertinggi tercatat di Samarinda (Rp 14.400/kg), sementara harga terendah ada di Lampung (Rp 13.216/kg). Di pasar modern, beberapa daerah mengalami kekosongan stok beras medium. Untuk beras premium, harga relatif stabil dengan kisaran Rp 14.900 – Rp 15.916/kg, dengan harga tertinggi di Surabaya (Rp 15.795/kg) dan harga terendah di Lampung serta Bandung (sesuai HET).
- Harga telur ayam di pasar tradisional bervariasi, dengan kenaikan harga di Bandung, Makassar, dan Samarinda. Harga tertinggi tercatat di Samarinda (Rp 32.150/kg) dan terendah di Surabaya (Rp 27.050/kg). Di pasar modern, harga telur berkisar antara Rp 25.900 – Rp 40.666/kg, dengan harga tertinggi di Makassar dan terendah di Yogyakarta. Secara umum, stok telur ayam terpantau aman.
- Harga daging ayam cenderung stabil dan berada di bawah atau sedikit di atas HET. Harga tertinggi ditemukan di Samarinda (Rp 42.250/kg), sedangkan harga terendah berada di Makassar (Rp 31.250/kg). Stok daging ayam terpantau cukup di pasar tradisional dan modern.
- Harga daging sapi di pasar tradisional berkisar antara Rp 120.000 – Rp 168.600/kg, dengan harga tertinggi di Samarinda dan terendah di Surabaya. Di pasar modern, harga bervariasi antara Rp 131.450 – Rp 156.583/kg. Stok daging sapi tetap tersedia di semua wilayah survei.
- Harga bawang putih di seluruh pasar tradisional melampaui HAP, dengan harga tertinggi di Makassar (Rp 47.500/kg). Di pasar modern, harga tertinggi tercatat di Samarinda (Rp 63.750/kg). Kenaikan harga bawang putih diperkirakan terjadi akibat kenaikan harga dari tingkat importir dan distributor.
- Harga bawang merah mengalami kenaikan signifikan, dengan harga tertinggi di pasar tradisional tercatat di Bandung (Rp 52.666/kg). Di pasar modern, harga tertinggi ditemukan di Samarinda (Rp 64.950/kg). Stok bawang merah di beberapa wilayah seperti Samarinda dan Yogyakarta dilaporkan menipis.
- Harga minyak goreng curah dan Minyak Kita masih berada di atas HET. Harga minyak goreng kemasan di pasar modern berkisar antara Rp 20.258 – Rp 29.150/liter.
- Harga cabai merah di pasar tradisional berkisar antara Rp 37.000 – Rp 67.250/kg, dengan harga tertinggi di Samarinda. Di pasar modern, harga tertinggi tercatat di Samarinda (Rp 144.900/kg). Beberapa daerah mencatat kenaikan harga yang signifikan di atas HAP.
- Harga cabai rawit mengalami lonjakan signifikan, terutama di Bandung (Rp 115.000/kg) dan Samarinda (Rp 167.450/kg). Kenaikan harga cabai rawit terjadi di hampir seluruh wilayah survei.
- Harga gula pasir curah sedikit di atas HET di beberapa kota, dengan kisaran harga Rp 17.325 – Rp 19.375/kg. Stok gula pasir tetap tersedia.
- Harga tepung terigu curah di pasar tradisional berkisar antara Rp 8.000 – Rp 12.400/kg. Untuk tepung terigu kemasan, harga berada di rentang Rp 11.474 – Rp 13.780/kg. Harga tepung terigu relatif stabil.
Menindaklanjuti hasil survei tersebut, KPPU akan terus mendalami dan mengawasi guna memastikan apakah kenaikan-kenaikan harga yang terjadi disebabkan karena mekanisme pasar atau perilaku anti-persaingan usaha. Selain mengawasi secara langsung, KPPU juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok komoditas pangan.
“Dengan adanya kolaborasi antar pihak, diharapkan masyarakat mendapat jaminan ketersediaan pasokan komoditas di pasar dengan harga yang masih wajar. Sehingga masyarakat tetap dapat merayakan Idul Fitri secara hikmat dan menyenangkan," kata Eugenia.
PODCAST REKOMENDASI TEMPO
- Podcast Terkait
- Podcast Terbaru