Tanggul Jebol Lagi di Sungai Tuntang, Banjir Seret 14 Rumah

1 week ago 11

SEBANYAK 22 rumah warga rusak diterjang banjir di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 April 2026. Banjir menerjang setelah tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, jebol.

Air luapan Sungai Tuntang dengan ketinggian mencapai 1,5 meter kemudian melimpas menerjang empat kecamatan: Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jawa Tengah mencatat 14 rumah rusak berat karena dampak terseret banjir di Desa Trimulyo dan delapan lainnya mengalami kerusakan ringan.

Adapun sebanyak 2.839 mengungsi akibat banjir. Mereka mulai kembali ke rumah pada hari ketiga setelah banjir, atau pada Minggu 5 April 2026. "Pengungsi di Kecamatan Guntur sudah mulai pulang," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, pada hari itu.

Banjir dari Sungai Tuntang tak terkecuali menerjang lahan pertanian dan peternakan. Sejumlah warga bertahan di tanggul sungai mengawasi ternak milik mereka dari ancaman banjir.

Sungai Tuntang berhulu di Danau Rawapening di Kabupaten Semarang. Sungai ini melintasi Kabupaten Grobogan dan bermuara di pesisir Kabupaten Demak.

Dikutip dari Antara, jebolnya tanggul Sungai Tuntang bukan pertama kali ini terjadi. Peristiwa terdekat sebelumnya adalah pada 16 Februari 2026. Saat itu tanggul jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Dampaknya, jalan ruas Kebonagung-Gubug atau akses dari Grobogan-Semarang tidak bisa dilalui karena jalurnya terputus.

Adapun tanggul jebol terkini terjadi di enam titik sekaligus. Data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyebutkan lokasi tanggul jebol tersebut yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran.

BPBD Demak mencatat banjir mengakibatkan total 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak. Sedangkan yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa yang berasal dari sembilan desa dari empat kecamatan. 

Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak disebabkan karena faktor debit air Sungai Tuntang yang melintasi Kabupaten Demak melebihi daya tampung, menyusul intensitas curah hujan tingi di kawasan hulunya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri dalam kondisi cuaca cerah.

Read Entire Article
Parenting |