Terapkan Tarif Global, Gedung Putih Umumkan Golden Rule Perdagangan Internasional ala Trump

19 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan golden rule atau prinsip utama mereka dalam perdagangan internasional di era Presiden Donald J. Trump. Prinsip-prinsip tersebut disampaikan laman resmi Gedung Putih bersamaan dengan pengumuman tarif impor global dari AS untuk semua negara.

"The Golden Rule for Our Golden Age," seperti tertulis dengan huruf tebal dalam dokumen Fact Sheet Gedung Putih soal tarif impor global yang terbit 2 April 2025. Dalam bahasa Indonesia, jargon tersebut berarti "prinsip emas untuk masa keemasan kami".

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gedung Putih, dalam pernyataan itu, menyebut penerapan tarif global adalah metode AS menjalankan golden rule era Presiden Trump. "Tindakan hari ini (penerapan tarif) adalah cara kami meminta negara-negara lain untuk memperlakukan kami dengan cara yang sama seperti kami memperlakukan mereka. Ini adalah Prinsip Emas untuk Masa Keemasan Kami," kata pernyataan Gedung Putih.

Pemerintah AS kemudian menyampaikan empat poin dalam pembahasan soal golden rule tersebut. Pertama, adalah bahwa akses masuk ke pasar Amerika Serikat merupakan keistimewaan (privilege), bukan hak (right). Kedua, bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi mengesampingkan kepentingannya sendiri dalam perdagangan internasional, khususnya untuk "janji-janji kosong" dari negara lain.

Ketiga, pemerintah AS mengatakan tarif resiprokal atau timbal balik adalah salah satu alasan utama pemilih Amerika Serikat mencoblos Presiden Trump pada Pilpres AS 2024. "Itu adalah batu pijakan kampanye (Trump) sejak awal. Semua orang tahu bahwa dia akan mengupayakannya setelah menjabat; itu adalah hal yang dia janjikan, dan merupakan alasan utama dia memenangkan Pemilu."

Keempat, Gedung Putih menyatakan tarif merupakan bagian penting dari rencana Trump di masa jabatan keduanya ini. "Untuk memutar balik kerusakan ekonomi yang ditinggalkan Presiden Biden dan membuka jalan bagi Amerika Serikat menuju masa keemasan yang baru," seperti tertulis dalam dokumen tersebut.

Rencana itu, kata pemerintah AS, akan memperkuat kebijakan ekonomi lainnya dari Trump. Di antaranya kebijakan energi yang lebih kompetitif, pemotongan pajak, penghapusan pajak untuk tip, penghapusan pajak untuk manfaat jaminan sosial, dan deregulasi. "Untuk memacu kesejahteraan Amerika Serikat."

Trump mengumumkan tarif barunya di Area Rose Garden, Gedung Putih, pada Rabu sore, 2 April 2025 waktu setempat. Dalam pidatonya, presiden dari Partai Republik itu menunjukkan daftar negara dan besaran tarif resiprokal yang ditetapkan. Indonesia berada di urutan kedelapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen.

Sekitar 60 negara bakal terdampak tarif timbal balik hingga separuh dari tarif yang Trump klaim mereka berlakukan terhadap AS. Negara yang dikenakan tarif timbal balik tertinggi adalah Kamboja, yakni 49 persen. Trump menjelaskan penerapan tarif balasan karena beberapa negara dia anggap telah menerapkan tarif terlebih dahulu atas barang impor asal AS.

Read Entire Article
Parenting |