Apindo: Program Magang Tak Cukup tanpa Lapangan Kerja Baru

5 hours ago 5

ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Program Magang Nasional tidak bisa menjadi solusi tunggal untuk mengatasi pengangguran. Keberhasilan program tersebut harus diiringi dengan penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi, ekspansi industri, serta kepastian regulasi yang mendorong dunia usaha merekrut pekerja baru.

"Program magang merupakan instrumen yang sangat penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi dalam mengatasi pengangguran," kata Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani melalui jawaban tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Shinta, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia merupakan kombinasi tantangan di sisi kualitas tenaga kerja dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja. Kompetensi lulusan masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, kemampuan dunia usaha menyerap tenaga kerja baru masih terbatas akibat perlambatan ekonomi dan investasi yang semakin padat modal.

Shinta mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kebutuhan lapangan kerja setiap tahun mencapai sekitar 9,5 juta hingga 12 juta orang, sedangkan tenaga kerja yang terserap hanya sekitar 2,4 juta hingga 4,8 juta orang. Selain itu, kemampuan investasi menciptakan lapangan kerja juga terus menurun.

“Jika pada 2013 setiap investasi Rp 1 triliun mampu menyerap lebih dari 4.500 pekerja, kini jumlahnya hanya sekitar 1.400 pekerja,” kata dia.

Karena itu, Shinta mendorong pemerintah menciptakan iklim usaha yang mampu mendorong investasi dan membuka lapangan kerja baru. Menurut Shinta, investasi yang hadir harus produktif dan padat karya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi target pemerintah yang akan melibatkan 150 ribu peserta dalam Program Magang Nasional Angkatan II. Ia berharap program tersebut dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri apabila dijalankan dengan baik.

Untuk meningkatkan efektivitas program magang, Apindo mengusulkan tiga perbaikan. Pertama, pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi agar kompetensi yang dipelajari sesuai dengan kebutuhan industri. Kedua, memperkuat proses seleksi dan asesmen peserta agar keocokan dengan perusahaan lebih optimal. Ketiga, kualitas pendampingan dan proses pembelajaran di perusahaan perlu distandardisasi agar peningkatan kompetensi peserta dapat diukur secara jelas.

Shinta menambahkan, program magang sebenarnya dapat menjadi salah satu jalur rekrutmen yang efektif. “Namun peluang peserta direkrut menjadi karyawan tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan, kondisi ekonomi, dan hasil evaluasi selama masa magang,” ucapnya.

Read Entire Article
Parenting |