Asal-usul Peringatan Hari Buku Anak Sedunia

19 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati Hari Buku Anak Sedunia (International Children’s Book Day/ICBD), yang jatuh pada hari ulang tahun Hans Christian Andersen, seorang penulis cerita anak legendaris asal Denmark.

Menurut UNESCO, perayaan ini pertama kali digagas pada 1967 oleh International Board on Books for Young People (IBBY), dengan tujuan untuk menginspirasi kecintaan membaca di kalangan anak-anak dan menyoroti pentingnya buku anak dalam proses pendidikan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hari ini menjadi momen untuk merayakan karya sastra anak dan mengenalkan mereka pada dunia imajinasi yang tak terbatas melalui buku. Setiap tahun, perayaan ini berfokus pada bagaimana buku anak dapat membuka dunia baru bagi anak-anak dan mendukung perkembangan emosional serta intelektual mereka.

Sejak perayaan pertama kali, ICBD selalu disponsori oleh bagian nasional IBBY yang berbeda setiap tahunnya. Mereka memilih tema tahunan, yang kemudian dipromosikan lewat poster dan pesan dari penulis serta ilustrator terkemuka dari negara tersebut.

Makna Hari Buku Anak Sedunia

Hari Buku Anak Sedunia memiliki makna yang sangat dalam, terutama dalam hal menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak dini. Buku anak bukan hanya alat untuk belajar membaca, tetapi juga berfungsi sebagai jendela untuk memahami dunia dan menumbuhkan empati.

Buku-buku anak menghadirkan berbagai tema yang membantu anak-anak belajar tentang berbagai budaya, nilai, dan karakter. Melalui cerita, anak-anak dapat memahami konsep-konsep seperti keberanian, ketabahan, dan persahabatan.

Perayaan ICBD juga mengingatkan kita akan pentingnya keberagaman dalam buku anak. Buku yang menggambarkan beragam karakter dan latar belakang membantu anak-anak melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Hari Buku Anak Sedunia adalah momen penting untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya mendukung akses anak-anak ke buku berkualitas.

Selain itu, buku anak juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental anak-anak, dengan banyak cerita yang memberikan pesan-pesan positif mengenai ketahanan mental dan keberanian untuk menghadapi tantangan hidup.

Tidak hanya itu, buku anak juga mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Dengan membaca, anak-anak diperkenalkan pada dunia yang tidak terbatas, mereka bisa berimajinasi dan berpikir kreatif. Hal ini membantu membangun kecerdasan emosional dan meningkatkan keterampilan kognitif mereka.

Tema Hari Buku Anak Sedunia 2025: The Freedom of Imagination

Dikutip dari situs IBBY, tema ICBD tahun ini adalah “The Freedom of Imagination" atau "Kebebasan Imajinasi", yang dipilih oleh IBBY Belanda sebagai tuan rumah. Tema ini bertujuan untuk menekankan bagaimana buku dapat memberi kebebasan pada imajinasi anak-anak.

Melalui buku, anak-anak diberi ruang untuk bermimpi, berpikir kreatif, dan menjelajahi dunia tanpa batasan. Buku memungkinkan anak-anak untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang tak terbayangkan sebelumnya.

Rian Visser, penulis asal Belanda yang dipilih untuk menulis pesan tahun ini, serta ilustrator Janneke Ipenburg, berharap tema ini akan menginspirasi anak-anak untuk terus berimajinasi, menggali kreativitas mereka, dan merayakan kebebasan berpikir. Buku dengan cerita yang penuh imajinasi akan membantu anak-anak berpikir kritis dan membuka perspektif baru, yang penting bagi perkembangan mereka.

Tema ini juga mengajak kita untuk merenungkan pentingnya membebaskan imajinasi anak-anak melalui buku. Dalam dunia yang semakin didominasi oleh teknologi, perayaan ICBD 2025 mengingatkan kita untuk memberi ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi secara bebas melalui buku, yang dapat menginspirasi mereka untuk mengeksplorasi dunia lebih jauh.

Untuk merayakan ICBD 2025, kita dapat berpartisipasi dengan berbagai cara, seperti menyumbangkan buku untuk anak-anak, mengadakan acara membaca bersama di perpustakaan, atau menyelenggarakan kompetisi menulis dan menggambar. Dengan begitu, kita turut mendukung pentingnya literasi anak dan membantu mereka mengeksplorasi dunia melalui buku.

Melalui perayaan Hari Buku Anak Sedunia, kita tidak hanya merayakan buku, tetapi juga memberikan anak-anak kesempatan untuk merasakan kebebasan imajinasi dan kekuatan cerita dalam kehidupan mereka.

Read Entire Article
Parenting |