Bekasi Akan Tutup Permanen Dua Perlintasan Sebidang Kereta

4 hours ago 9

PEMERINTAH Kota Bekasi berencana menutup permanen dua perlintasan sebidang kereta di kawasan Ampera dan Bulak Kapal sebagai langkah lanjutan setelah kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan, pemerintah akan menutup perlintasan tersebut setelah pembangunan flyoverdi Bulak Kapal selesai. “Kami tutup permanen Ampera dan Bulak Kapal. Tapi tentu diawali dengan pembangunan flyover di Bulak Kapal,” kata Tri, dikutip Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah mengambil langkah itu dengan mempertimbangkan efektivitas pergerakan kendaraan serta kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Sebab, dua perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Bulak Kapal dan Ampera merupakan akses jalan yang terbatas, tetapi ramai dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kepadatan jika perlintasan tetap dipertahankan. Tri menyatakan, pembangunan flyover ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, percepatan proyek jalan layang itu sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat. “Karena memang proses pembangunan itu enam bulan. Jadi kalau misalnya uangnya seperti yang disampaikan oleh Pak Presiden, akan ada Banpres (Bantuan Presiden), kan langsung bisa dikerjakan,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan banyak perlintasan kereta di berbagai daerah belum memiliki sistem pengamanan memadai dan perlu segera dibenahi. Pemerintah pusat juga telah menyetujui pembangunan jalan layang untuk mengurangi risiko kecelakaan setelah tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

“Pemda Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak, jadi saya sudah setujui dibangun flyover langsung oleh Bantuan Presiden,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Selasa lalu.

Ia mengungkapkan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang memerlukan penanganan, dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai hampir Rp 4 triliun. “Kami perintahkan segera, kami akan segera memperbaiki semua, apakah akan dilakukan pos jaga atau bagaimana nanti pelaksanaannya akan kami tunjuk,” ujar Prabowo.

Pilihan Editor: Mengapa Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan?

Read Entire Article
Parenting |