Biaya Haji Akan Naik, Menteri Haji: Tak Ditanggung Jemaah

6 hours ago 3

MENTERI Haji dan Umrah Mochamaf Irfan Yusuf mengatakan Presiden Prabowo Subianto berkeinginan agar potensi kenaikan biaya ibadah haji 2026 tidak dibebankan kepada calon jemaah. Irfan mengatakan biaya ibadah haji kemungkinan besar akan naik akibat melonjaknya harga avtur dan nilai tukar rupiah yang menurun di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Presiden Prabowo berharap apapun yang terjadi, jika terjadi kenaikan (biaya ibadah haji), Beliau minta tidak dibebankan kepada jemaah haji,” kata Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengatakan hingga saat ini pemerintah masih menghitung kebutuhan riil ongkos penyelenggaraan ibadah haji 2026 setelah kenaikan harga-harga global. Namun, Irfan memastikan pemerintahan Prabowo berkomitmen untuk mencari jalan keluar agar calon jemaah tidak harus membayar biaya tambahan ibadah haji.

“Komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan ke kami untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan,” ujar Irfan.

Politikus Partai Gerindra melanjutkan, dalam skenario dengan atau tanpa perubahan rute penerbangan, biaya haji diprediksi tetap akan naik. Jika melalui rute penerbangan haji awal, Kementerian Haji mencatat biaya rata-rata setiap jemaah meningkat dari Rp 33,5 juta menjadi Rp 46,9 juta atau naik 39,85 persen.

Kemudian jika rute penerbangan mengalami perubahan, maka estimasinya biaya haji lebih tinggi lagii, yaitu dari Rp 33,5 juta menjadi Rp 50,8 juta per jemaah atau naik Rp 51,48 persen. Pasalnya, maskapai harus mengambil rute alternatif yang menambah waktu perjalanan sekitar empat jam dengan tambahan konsumsi avtur hingga 12.000 ton.

Estimasi itu berasal dari hitungan maskapai Garuda Indonesia yang mengusulkan biaya tambahan Rp 7,9 juta per jemaah pada harga avtur US$116 sen per liter yang disampaikan dalam surat nomor Garuda/JAKARTA/DZ/20181-26. Sementara maskapai Saudi Airlines mengusulkan tambahan biaya US$ 480 per jemaah pada harga avtur US$1.374 sen per liter.

“Penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan faktor global yang semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan haji,” kata Irfan.

Read Entire Article
Parenting |