BADAN Pusat Statistik melaporkan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 menurun tipis 0,08 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. “Tingkat pengangguran terbuka adalah sebesar 4,68 persen (7,24 juta),” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di gedung BPS, Jakarta Selatan, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Adapun total penduduk usia kerja pada Februari 2026 adalah 219,54 juta orang atau meningkat 2,753 juta orang secara tahunan. Jumlah itu terdiri dari 64,63 juta penduduk bukan angkatan kerja yang meningkat 891 ribu orang secara tahunan. Juga terdiri dari 154,91 juta angkatan kerja yang jumlahnya meningkat 1,862 juta orang secara tahunan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dari total angkatan kerja, sebanyak 147,67 juta berstatus bekerja. Jumlahnya meningkat 1,896 juta orang secara tahunan. Sementara itu, porsi pengangguran sebesar 7,24 juta orang per Februari 2026 atau menurun 0,035 juta orang secara tahunan.
Amalia mengatakan penurunan pengangguran terjadi secara gender dan wilayah. Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran perempuan turun menjadi 4,36 persen dibandingkan pada Februari 2025 sebesar 4,41 persen.
Penurunan pengangguran juga terjadi di wilayah perkotaan dan pedesaan. Amalia menyatakan tingkat pengangguran di perkotaan turun menjadi 5,60 persen pada Februari 2026. Begitupun dengan tingkat pengangguran di pedesaan sebesar 3,20 persen atau turun dibandingkan Februari 2025 sebesar 3,33 persen.
Adapun dari 147,67 juta orang yang berstatus pekerja, mayoritas berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai. Sebanyak 36,99 persen berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai mengalami pertumbuhan terbesar, yakni meningkat 555 ribu orang pada Februari 2026. “Maka jumlah pekerja formal pada Februari 2026 meningkat 59,93 juta orang atau mencakup 40,58 persen dari total penduduk bekerja,” kata Amalia.
Sementara itu proporsi pekerja penuh, yakni yang menjalani jam kerja minimal 35 jam per minggu, meningkat menjadi 66,77 persen atau 98,59 juta orang. Sedangkan tingkat pekerja tidak penuh mencapai 49,08 juta orang.
Adapun pekerja tidak penuh dikategorikan menjadi dua yakni setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu. Untuk kategori setengah pengangguran turun 7,27 persen secara tahunan. Sementara tingkat pekerja paruh waktu meningkat 25,97 persen pada Februari 2026.
Berdasarkan jenjang pendidikan, mayoritas penduduk bekerja memiliki fase sekolah terakhir berupa SD ke bawah dengan porsi 35,49 persen atau 52,41 juta orang dari total. Urutan kedua adalah pendidikan SMA sebesar 30,53 juta orang, disusul SMP sebanyak 26,04 juta orang.
Adapun total penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi yakni diploma ke atas hanya mencapai 13,3 persen. Jumlah itu terdiri dari pendidikan diploma IV, S-1, S-2, dan S-3 sebanyak 15,83 juta orang. Sementara diploma I/II/III berjumlah 3,56 juta orang.

















































