CANTIKA.COM, Jakarta - Ada banyak cara mengenal lebih dekat seseorang, salah satunya lewat kuliner favorit. Cara ini pula yang dihadirkan dalam program Habibie Legacy Experience dari Plataran Indonesia di Wisma Habibie & Ainun.
Program ini tak hanya mengajak pengunjung menyusuri ruang demi ruang untuk memahami cara berpikir B. J. Habibie, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner yang menggugah selera.
Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah Sayur Lodeh Kenangan Ainun. Hidangan sederhana ini ternyata merupakan makanan favorit Presiden ketiga Indonesia tersebut.
Menurut Satiyah, juru masak keluarga B. J. Habibie dan Ainun Habibie selama hampir 40 tahun, sayur lodeh selalu hadir dalam menu harian, bahkan saat menjamu keluarga besar dan duta besar.
"Setiap masak, selalu ada sayur (lodeh). Resepnya dari Ibu Ainun juga, saya yang masak. Tempe dan tahu juga selalu ada. Makanan bapak ibu simpel saja sehari-hari," kata Satiyah di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Satiyah, juru masak Presiden ketiga Indonesia B.J. Habibie & Ainun sejak tahun 1987. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Kebiasaan makan B. J. Habibie pun ternyata tak jauh berbeda dari kebanyakan orang. Untuk sarapan, ia kerap memilih roti atau bubur ayam.
Menariknya, setiap Jumat, keluarga Habibie memiliki menu wajib, yakni bubur Manado. Hidangan ini dipilih bukan tanpa alasan. "Biar tambah sehat karena isinya aneka sayuran," ujar Satiyah.
Selain itu, beberapa hidangan lain seperti daging domba dan soto Betawi juga menjadi favorit pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan tersebut.
Review Menu Habibie Legacy Experience
Dalam jamuan fine dining di ruang makan mewah yang kental nuansa budaya Indonesia, setiap peserta Habibie Legacy Experience akan menikmati tiga rangkaian hidangan yang dikurasi khusus.
Hidangan pembuka diawali dengan Sayur Lodeh Kenangan Ainun. Berbeda dari versi tradisional, kuahnya tidak menggunakan santan, melainkan perpaduan air kelapa dan krimer yang menghasilkan rasa gurih menyerupai kaldu daging.
Suasana makan siang dalam program Habibie Legacy Experience dari Plataran Indonesia di Wisma Habibie & Ainun. Foto: Dok. Plataran Indonesia
Dari segi penyajian, menu ini tampil lebih elevated. Sayuran disajikan di dalam kelapa muda, sementara kuah, sambal, dan peyek kacang dihidangkan terpisah. Visualnya langsung mencuri perhatian Cantika.
Saat kuah diseruput, sensasi gurihnya terasa ringan namun kaya rasa. Dipadukan dengan aneka sayuran seperti terung, kacang panjang, melinjo, dan kubis, cita rasanya terasa segar dan seimbang. Daging kelapa mudanya pun bisa dinikmati, memberikan pengalaman makan yang berbeda dari sayur lodeh pada umumnya.
Sayur Lodeh Kenangan Ainun salah satu menu Habibie Legacy Experience dari Plataran Indonesia x Wisma Habibie & Ainun. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Ketika disantap bersama peyek renyah dan sambal, tercipta harmoni tekstur dan rasa di dalam mulut, mulai dari gurih, sedikit pedas, hingga sensasi kaldu yang lembut. Hidangan pembuka ini berhasil membangkitkan selera untuk menu berikutnya.
Beralih ke hidangan utama, Plataran Indonesia menyajikan aneka olahan protein hewani dengan sentuhan khas Indonesia. Menu yang dihadirkan antara lain Ayam Semur Si Gula Jawa, Sate Domba Gulai Kota Kembang, Iga Sapi Saus Soto Betawi Andalan Satiyah, serta Nasi Liwet Manunggal.
Ayam Semur Si Gula Jawa, Sate Domba Gulai Kota Kembang, Iga Sapi Saus Soto Betawi Andalan Satiyah, dan Nasi Liwet Manunggal satu menu Habibie Legacy Experience dari Plataran Indonesia x Wisma Habibie & Ainun. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Di antara ragam hidangan tersebut, sate domba menjadi salah satu yang paling menonjol. Teksturnya empuk, dengan bumbu yang meresap dan kompleks. Sentuhan bumbu olesnya mengingatkan Cantika pada cita rasa sate Padang, namun dengan karakter yang lebih ringan. Untuk kamu yang belum terbiasa dengan daging domba, menu ini bisa jadi pilihan yang ramah di lidah. 10/10!
Strudel Apel Pelukan Jerman salah satu menu Habibie Legacy Experience dari Plataran Indonesia x Wisma Habibie & Ainun. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Sebagai penutup, tersaji Strudel Apel Pelukan Jerman yang menghadirkan kombinasi rasa dan tekstur yang seimbang. Manis dan renyahnya apel Malang berpadu dengan remahan teng-teng serta es krim salted caramel, menciptakan akhir yang tidak berlebihan namun tetap berkesan.
Menurut Reiyan Trisandra, proses pengembangan ketiga hidangan ini memakan waktu sekitar satu bulan. "Kurang lebih satu bulan. Ada koreksi rasa (dari Satiyah), kami perbaiki. Kami menyuguhkan cita rasa Habibie & Ainun di setiap hidangan dengan penyajian yang elevate," jelasnya kepada Cantika.
Chef Reiyan Trisandra dari Plataran ditemui di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan, 30 Maret 2026. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Habibie Legacy Experience sendiri telah berlangsung sejak 2025 silam. Menurut Ruddy Wahyudi, Operations Manager Plataran, program ini dapat melayani hingga 40 tamu, baik dalam format seating arrangement maupun buffet. Menu yang disajikan tetap konsisten, yakni tiga hidangan tersebut karena telah melalui proses kurasi dari berbagai makanan favorit B. J. Habibie dan Ainun Habibie.
Pilihan Editor: Upaya Plataran Perkuat Ekosistem UMKM Melalui Sederet Dukungan Ini
SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































