Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap II di 8 Lokasi

3 hours ago 10

DANANTARA menetapkan 8 mitra yang akan mengembangkan dan mengelola fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap II di 8 lokasi. Director Investment PT Danantara Investment Management sekaligus Chief Executive Officer PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, mengatakan nilai proyek di setiap lokasi mencapai Rp 3-3,5 triliun. “Artinya kalau di 8 lokasi ini akan ada di Rp 24-25 triliun,” katanya saat di Wisma Danantara, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Mitra yang terpilih merupakan perusahaan konsorsium dari gabungan antara perusahaan asing dengan perusahaan lokal. Perusahaan asing itu di antaranya berasal dari Prancis, Jepang, dan Cina.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mereka yang terpilih berdasarkan seleksi dari 85 daftar perusahaan yang lolos ke dalam daftar penyedia terseleksi pada Mei lalu. Fadli mengatakan proses pembangunan akan terus dipantau secara ketat dan akan dilaporkan secara berkala kepada seluruh pemangku kepentingan. “Kami juga akan membentuk tim khusus yang memang akan memonitor konstruksi, persiapan konstruksi, dan konstruksi secara berkala,” ujarnya.

Berikut daftar perusahaan konsorsium yang telah terpilih untuk mengerjakan proyek PSEL di 8 lokasi.

1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia): Medan Raya

2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni): Kabupaten Bekasi

3. Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas): Lampung Raya

4. Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE): Serang Raya

5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia): Semarang Raya

6. Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS): Surabaya Raya

7. MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA): Bogor Raya 2

8. Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC): Yogyakarta Raya

Fadli Rahman mengatakan standar fasilitas yang akan dibangun menerapkan standar emisi dari Eropa. Pendekatan ini sama dengan PSEL di Denpasar Raya yang pembangunannya dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026.

Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan 4 dari 8 mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin perusahaan asal Indonesia. Kemudian 2 konsorsium dipimpin perusahaan asal Prancis dan 2 konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Cina.

Seluruh konsorsium menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek, sekaligus mendorong transfer teknologi. “Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” ucap Pandu.

Read Entire Article
Parenting |