DLH Jakarta: Sampah Kosmetik Bertambah dan Harus Dipilah

5 hours ago 4

WAKIL Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan keterlibatan industri sangat penting untuk mendorong perubahan pola konsumsi dan pengelolaan sampah kosmetik yang lebih bertanggung jawab. Urgensi pengelolaan ini meningkat seiring tingginya konsumsi produk perawatan diri di masyarakat. Kosmetik, yang bukan lagi barang mewah, berangsur menjadi kebutuhan dasar, terutama bagi wanita.

“Berarti kan tingkat (kemungkinan) menjadi sampahnya itu juga makin besar,” kata dia usai peluncuran fasilitas smart dropbox Paragon Empties Station di peresmian di Halte Transjakarta CSW, Jakarta Selatan, pada Selasa, 7 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Dudi, lonjakan konsumsi produk perawatan diri menambah jumlah kemasan yang berpotensi menjadi sampah. Peluncuran fasilitas daur ulang, yang dikembangkan oleh PT Paragon Corp, kata dia, menjadi salah satu cara mengatasi tantangan limbah kosmetik.

Lantaran memiliki potensi nilai ekonomi, sebagai jenis sampah tertentu, limbah kemasan produk perawatan diri berpotensi dioleh bersama industri. “Bisa jadi nantinya kami mensyaratkan industri supaya berkontribusi dalam penanganan produk yang mereka keluarkan,” tutur Dudi.

Data DLH sejauh ini menunjukkan total sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir di Jakarta mencapai sekitar 7.000-8.000 ton per hari. Angka itu masih agregat yang belum dirinci berdasarkan jenis sampah, termasuk sampah kosmetik.

Perwakilan Humas DLH Jakarta, Yogi Ikhwan, mengatakan 22 persen sampah Jakarta merupakan sampah plastik. Jenis plastik pun beragam, mulai dari Polyethylene Terephthalat (PET) yang dapat didaur ulang hingga kantong plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar refuse-derived fuel (RDF).

Salah satu tantangan utama pengelolaan sampah adalah jenisnya masih bercampur, sehingga menyulitkan proses daur ulang. Dinas Lingkungan mendesak pemilahan sampah dari rumah, agar tidak menimbulkan residu di tempat pembuangan akhir. “Kalau kalau dipilah dari rumah, semua jenis sampah itu punya jalur masing-masing untuk didaur ulang,” ucapnya.

Read Entire Article
Parenting |