Dubes Iran Klaim Menang Usai 40 Hari Perang Lawan AS-Israel

7 hours ago 9

DUTA Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengklaim Iran telah memenangkan perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu disampaikan setelah kedua pihak memasuki masa gencatan senjata selama dua pekan sejak Selasa, 7 April 2026, serta dimulainya proses negosiasi.

“Alhamdulillah, syukur kepada Allah kami ucapkan karena pada hari-hari ini Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam meraih kemenangan atas kekafiran,” ujar Boroujerdi dalam acara peluncuran buku dan diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026. Ia menilai kesediaan Amerika Serikat untuk berunding menjadi bukti bahwa Iran tidak dapat ditundukkan secara cepat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Klaim Serangan Balasan

Boroujerdi mengatakan perhitungan awal pihak lawan yang memperkirakan perang selesai dalam hitungan hari tidak terbukti. “Mereka pikir bisa menuntaskan perang dalam kurun waktu dua hingga tiga hari kemudian kembali ke AS untuk merayakan klaim kemenangan itu. Namun, alhamdulillah Iran dapat bertahan hingga hari ke-40,” ujarnya.

Ia mengklaim Iran telah merusak 17 pangkalan udara milik Amerika Serikat dan sekutunya, serta melumpuhkan sistem pertahanan Israel. Selain itu, Iran disebut meluncurkan rudal ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan terhadap Palestina.

“Kami juga memaksakan supaya Amerika Serikat menerima 10 persyaratan. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS dengan terpaksa dan merasa begitu hina menerima persyaratan tersebut,” kata dia.

Korban Sipil dan Kehilangan Pemimpin

Boroujerdi mengakui konflik tersebut menimbulkan korban besar di pihak Iran, termasuk warga sipil. Ia menyebut serangan Amerika Serikat ke sekolah dasar khusus perempuan di Minab pada 28 Februari 2026 menewaskan 180 siswa.

Iran juga kehilangan sejumlah pejabat tinggi militer dan pemimpin tertinggi negara. “Kami juga kehilangan jenderal-jenderal. Puncaknya kami telah kehilangan pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei, yang saat syahid berusia 86 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan Ayatollah Khamenei merupakan sosok berwawasan luas dan produktif menulis. “InsyaAllah akan menjadi bahan kajian untuk generasi-generasi berikutnya,” kata dia.

Negosiasi di Pakistan

Di sisi lain, menurut laporan Anadolu, Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad pada Sabtu ini. Perundingan dimediasi pemerintah Pakistan dan berlangsung di lokasi yang dirahasiakan di ibu kota Islamabad. Seorang pejabat Pakistan menyebut pembicaraan itu dapat berlangsung selama beberapa hari.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan Jared Kushner. Sementara delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Bagher Qalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan pejabat keamanan Ali Bagheri Kani.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar turut mewakili Islamabad dalam perundingan tersebut. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebut pertemuan ini sebagai momentum penentu untuk mencapai gencatan senjata permanen.

Read Entire Article
Parenting |