Erupsi Gunung Marapi Setinggi 1.500 Meter, Badan Geologi: Peningkatan Aktivitas Terdeteksi

9 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Marapi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi sebanyak enam kali pada April 2025. Letusan paling besar di 2025 terjadi pada Kamis, 3 April 2025, dengan kolom abu terpantau membumbung setinggi 1.500 meter di atas puncak.

“Erupsi ini merupakan bagian dari dinamika pasokan fluida atau magma dari kedalaman tubuh Gunung Marapi,” ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya, Jumat, 4 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gunung Marapi yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu memang dikenal aktif. Sejak tahun 1807 gunung ini telah beberapa kali meletus, dengan periode istirahat terpendek kurang dari satu tahun dan terlama hingga 17 tahun. Rata-rata gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut ini mengalami erupsi setiap 3,5 tahun.

Menurut Wafid, tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik sudah terdeteksi sejak beberapa hari sebelum erupsi. "Pada 27 Maret tercatat empat kali gempa vulkanik dalam, dan pada 1 April tercatat 15 kali gempa vulkanik dangkal," katanya.

Letusan Marapi umumnya bersifat eksplosif dan berasal dari Kawah Verbeek. Selain abu dan lapili, letusan juga bisa disertai lontaran material pijar dan bom vulkanik. Fenomena ini berkaitan dengan proses buka-tutup ventilasi conduit akibat pengerasan lava di dasar kawah. Jika tekanan gas magmatik terakumulasi akibat ventilasi yang tertutup, maka letusan akan terjadi saat tekanan tersebut mencapai ambang kritis.

Saat ini data seismik menunjukkan adanya penurunan kecepatan dan koherensi, yang mengindikasikan peningkatan tekanan dan ketidakstabilan di tubuh gunung. “Potensi terjadinya letusan masih tetap ada dan bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Wafid. Ia juga menegaskan bahwa area berbahaya berada dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.

Meski demikian, berdasarkan hasil evaluasi data visual dan instrumental yang dilakukan secara menyeluruh, Badan Geologi menetapkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi mengimbau masyarakat serta pengunjung agar tidak memasuki area dalam radius 3 kilometer dari kawah. “Kami terus memantau perkembangan aktivitas gunung ini secara intensif,” kata Wafid.

Read Entire Article
Parenting |