DIREKTUR Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Glenny Kairupan memastikan penerbangan maskapai tetap berlangsung meski terdapat kenaikan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar. Harga tiket pun akan dinaikkan dengan menyesuaikan langkah yang telah ditentukan pemerintah.
"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 8 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada Senin lalu, pemerintah menaikkan fuel surcharge menjadi 38 persen untuk pesawat mesin jet dan propeller melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 83 Tahun 2026. Sebelumnya, fuel surcharge maksimal 10 persen untuk mesin jet dan 25 persen untuk propeller. Maskapain pun diperbolehkan menaikkan harga tiket maksimal 9-13 persen.
Kenaikan itu sebagai respons kenaikan harga minyak mentah di pasar global akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Pemerintah pun membebaskan tarif bea masuk suku cadang pesawat akibat harga onderdil yang turut naik. Selain itu pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPn) 11 persen pada tiket.
"Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan aksesibilitas layanan transportasi udara bagi masyarakat, sekaligus mendukung stabilitas ekosistem industri aviasi nasional," ujar Glenny.
Garuda mempersiapkan langkah-langkah mitigasi melalui pengkajian optimalisasi frekuensi dan jadwal penerbangan di sejumlah rute. Upaya itu untuk menjaga produktivitas kapasitas dan keberlangsungan operasional.
Ke depan, kata Glenny, Garuda Indonesia akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan dinamika industri aviasi global, serta memastikan setiap langkah penyesuaian dilakukan secara adaptif guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan layanan penerbangan yang aman, terpercaya, dan senantiasa hadir memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. "Sebagai bagian dari mandat strategis dalam mendukung konektivitas nasional demi kepentingan bangsa," tuturnya.

















































