Israel Klaim Serang Fasilitas Petrokimia Terbesar Iran

7 hours ago 1

MENTERI Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan militernya telah melancarkan serangan besar terhadap fasilitas petrokimia terbesar Iran di Asaluyeh, Senin, 6 April.

Dalam pernyataan video, Katz mengatakan, “Militer baru saja melakukan serangan kuat terhadap fasilitas petrokimia terbesar Iran yang terletak di Asaluyeh, target utama yang bertanggung jawab atas sekitar 50 persen produksi petrokimia negara itu.”

Menurut laporan The New Arab, kompleks tersebut berada di wilayah Pars dan menopang ladang gas South Pars, cadangan gas alam terbesar di dunia yang dimiliki bersama Iran dan Qatar. Fasilitas itu sebelumnya juga telah menjadi target serangan Israel pada bulan lalu.

Sementara itu, dilansir TRT World, media Iran seperti Fars News Agency melaporkan adanya ledakan di lokasi tersebut setelah serangan terjadi. Serangan menghantam sejumlah fasilitas di Asaluyeh, termasuk pabrik Jam dan Damavand.

Dampak dan Kondisi di Lapangan

Perusahaan Petrokimia Nasional Iran menyatakan kebakaran di lokasi Pars berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban luka. Dalam pernyataan disebutkan “situasi saat ini berada di bawah kendali, dan aspek teknis serta tingkat kerusakan masih dalam penyelidikan.”

Katz mengklaim serangan tersebut berdampak besar terhadap ekspor Iran. Ia mengatakan “Pada saat ini, dua fasilitas tersebut, yang bersama-sama menyumbang sekitar 85 persen ekspor petrokimia Iran, telah dihentikan operasinya dan tidak lagi berfungsi.” Ia juga menyebutnya sebagai pukulan ekonomi yang berat.

Pada hari yang sama, otoritas setempat Iran juga melaporkan serangan lain yang menghantam kompleks petrokimia di Marvdasht, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars. Kebakaran sempat terjadi, namun berhasil dikendalikan.

Serangan Beruntun dan Eskalasi Konflik

Sebelumnya, Israel juga menyerang kawasan Mahshahr Petrochemical Special Zone di Provinsi Khuzestan pada Sabtu. Menurut pejabat lokal Iran, serangan tersebut menewaskan lima orang.

Iran sebelumnya membalas serangan tersebut dengan menargetkan fasilitas energi di Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar. Komando militer Iran bahkan mengancam akan melakukan “penghancuran total” terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk jika serangan Israel kembali terjadi.

Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani mengatakan konflik tetap berlangsung di tengah upaya perundingan. Ia menyatakan,“Perang masih berlangsung seiring negosiasi berjalan.” Ia menambahkan Iran menggunakan strategi menunda melalui perundingan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan serangan Israel telah menghancurkan sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran, yang dinilai penting bagi produksi militer seperti rudal dan drone.

Katz menegaskan ia bersama Netanyahu telah memerintahkan militer untuk terus menyerang infrastruktur nasional Iran dengan kekuatan penuh. Di sisi lain, Iran juga dilaporkan menargetkan fasilitas industri di Israel, termasuk kilang minyak di kota Haifa.

Read Entire Article
Parenting |