KAMAR Dagang ASEAN-Hong Kong resmi diluncurkan pada Selasa, 30 Juni 2026. Organisasi itu akan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Hong Kong, Greater Bay Area (GBA), dan negara ASEAN atau Asia Tenggara.
Greater Bay Area merupakan kawasan ekonomi yang terdiri atas Hong Kong, Makau, dan sembilan kota di Provinsi Guangdong. Peluncuran kamar dagang tersebut merupakan bagian dari upaya Hong Kong mempererat hubungan ekonomi dengan negara-negara ASEAN.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketua Komite Bilateral Hong Kong dan Makau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suwito, mengatakan pembentukan organisasi tersebut membuka peluang mempererat hubungan ekonomi Indonesia dengan Hong Kong. "Hong Kong seperti jembatan menuju Cina. Saat ini, Hong Kong juga merupakan sumber investasi asing terbesar kedua bagi Indonesia," kata Suwito saat ditemui Tempo di sela-sela SCMP GBA-ASEAN Summit 2026 di Hong Kong, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Suwito, pembentukan organisasi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi yang lebih beragam dari Greater Bay Area. Ia berharap investasi yang masuk tidak hanya berasal dari sektor manufaktur, seperti kendaraan listrik dan industri baterai, tetapi juga sektor digital.
Ia mengatakan perusahaan teknologi memiliki pola investasi yang berbeda dengan industri manufaktur karena tidak memerlukan pembangunan pabrik berskala besar. "Kalau investasi digital, mereka bisa saja kantornya kecil. Dari kantor pusat mereka di Shenzhen juga sudah bisa investasi di Indonesia," ujarnya.
Peluncuran Kamar Dagang ASEAN-Hong Kong dilakukan dalam SCMP GBA-ASEAN Summit 2026 yang dihadiri lebih dari 300 pejabat pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dari Hong Kong, Greater Bay Area, serta negara-negara ASEAN. Forum tersebut membahas peluang kerja sama lintas kawasan di bidang teknologi, pengembangan talenta, komputasi, dan investasi.
Dalam peluncuran itu, Chief Executive Hong Kong John Lee mengatakan pemerintahnya tengah menyusun rencana pembangunan lima tahun pertama yang akan menjadi arah pembangunan wilayah tersebut. Menurut dia, salah satu fokus rencana itu adalah memperdalam kerja sama regional dengan ASEAN dan negara-negara yang tergabung dalam Belt and Road Initiative. "Cetak biru itu juga akan memperdalam kerja sama regional Hong Kong dengan ASEAN," kata Lee.
Ketua HK-ASEAN Foundation sekaligus Pendiri Kamar Dagang ASEAN Hong Kong, Daryl Ng, mengatakan Hong Kong menjadi jembatan penting yang menghubungkan hampir 700 juta penduduk ASEAN dengan Greater Bay Area yang memiliki nilai ekonomi lebih dari RMB 15 triliun pada tahun lalu.
Menurut dia, nilai perdagangan ekspor antara ASEAN dan Greater Bay Area melalui Hong Kong mencapai HK$ 680 miliar pada 2025. Sementara itu, total perdagangan ASEAN dengan Provinsi Guangdong mencapai RMB 1,5 triliun, yang mencerminkan hubungan ekonomi kedua kawasan tetap kuat dan terus berkembang.


















































