PERISTIWA gempa tektonik kembali mengguncang daerah Pangandaran dan sekitarnya di Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo 4,2 terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 05.14 WIB.
Berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa dirasakan di wilayah Kecamatan Cipatujah (Kabupaten) Tasikmalaya, kemudian Kecamatan Langkaplancar (Kabupaten Pangandaran) dengan skala intensitas III MMI.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sementara di wilayah Kota Tasikmalaya, Kecamatan Puspahiang (Kabupaten Tasikmalaya), Kota Banjar dan Kecamatan Cikoneng (Kabupaten Ciamis), guncangan gempa terasa dengan skala intensitas II--III MMI.
Guncangan lindu dirasakan mulai hanya oleh beberapa orang di dalam rumah dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga getarannya terasa di dalam rumah seakan ada truk yang berlalu. “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto lewat keterangan tertulis Selasa.
Pusat sumber gempa terletak pada koordinat 8,1 derajat Lintang Selatan dan 107,87 derajat Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 kilometer arah barat daya dari Pangandaran. Gempa tergolong dangkal pada kedalaman 21 kilometer.
“Gempa yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” ujar Hartanto. Dari hasil pantauan BMKG hingga pukul 05.37 WIB nihil aktivitas lindu susulan.
Sehari sebelumnya, yaitu Senin pukul 02.06 WIB, gempa tektonik dengan magnitudo 4,0 dari perairan selatan mengguncang daerah Pangandaran dan sekitarnya. Berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa dirasakan di Kecamatan Manonjaya, Singaparna, Cikatomas, Sukarame di Tasikmalaya. Kemudian kecamatan Cimaragas, Banjaranyar, Banjarsari di Kabupaten Ciamis, serta Kecamatan Banjarwangi di Kabupaten Garut, dan Pangandaran.
Getaran lindu yang dirasakan berskala intensitas antara II-III MMI. Guncangan dirasakan mulai hanya oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga terasa di dalam rumah seakan ada truk yang melintas.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat sumber gempa bumi terletak pada koordinat 8,25 derajat Lintang Selatan dan 108,25 derajat Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 66 kilometer arah barat daya Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 29 kilometer. Jenis gempa bumi dangkal itu, menurut BMKG, akibat aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke Eurasia.
















































