Korban Jiwa Gempa Myanmar Capai 3.301 Orang

6 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban jiwa akibat gempa Myanmar pekan lalu sudah mencapai 3.301 orang, dengan 4.792 lainnya terluka dan 221 lainnya masih hilang, lapor China Central Television (CCTV) pada Jumat seperti dikutip Antara.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa 3.145 orang tewas, 4.589 lainnya terluka dan 221 orang hilang akibat bencana tersebut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada Jumat pekan lalu dan getarannya dapat dirasakan hingga ribuan kilometer ke Bangladesh, India, Laos, Cina dan Thailand.

Gempa dangkal itu merusak jaringan pipa minyak bawah tanah dan memutus jaringan listrik, kata otoritas setempat, menambahkan tanker-tanker minyak untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar telah tiba di negara tersebut.

Pusat gempa berkekuatan 7,7 skala Richter pada 28 Maret berada di dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Lindu merobohkan ribuan bangunan, merusak jalan dan menghancurkan jembatan di beberapa wilayah.

Sejumlah negara, termasuk Rusia dan Belarus, telah mengirim bantuan ke Myanmar, termasuk menerjunkan tim penyelamat.

Laporan media lokal melaporkan jumlah korban jauh lebih tinggi daripada angka resmi. Dengan telekomunikasi yang luas dan banyak tempat yang sulit dijangkau, jumlahnya bisa meningkat tajam seiring dengan lebih banyak rincian yang masuk.

Sebuah laporan yang dikeluarkan pada Kamis oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memperkirakan bahwa gempa bumi dan gempa susulan telah mempengaruhi lebih dari 17 juta orang di 57 dari 330 kota di negara itu, termasuk lebih dari sembilan juta orang yang terkena dampak parah.

"Hari-hari mendatang akan sangat penting dalam menentukan skala penuh dampak bencana dan respons yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jutaan orang yang terkena dampak," katanya.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher dan utusan khusus Julie Bishop tiba di Myanmar pada Jumat.

Guterres mengimbau masyarakat internasional untuk segera meningkatkan pendanaan bagi korban gempa Myanmar "agar sesuai dengan skala krisis ini.” Ia juga mendesak akses tanpa hambatan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan.

"Gempa bumi telah meningkatkan penderitaan – dengan musim hujan sudah dekat," katanya.

Read Entire Article
Parenting |