Lalu Lintas Normal, Contraflow Jalan Tol Jagorawi Arah Puncak Dihentikan Siang ini

17 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Sistem rekayasa lalu lintas berupa contraflow di KM 44+500 sampai KM 46+500 Jalan Tol Jagorawi arah Puncak Bogor dihentikan pada Jumat siang, 4 April 2025. Rekayasa lalu lintas berupa jalur lawan arah itu telah diberlakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata pada H+3 Idul Fitri atau 4 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Contraflow dihentikan atas diskresi kepolisian pada pukul 11.50 WIB. Lalu lintas berangsur kembali normal,” kata Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 4 April 2025.

Namun, untuk mengantisipasi kepadatan, saat ini akses keluar Gadog atau Puncak ditutup imbas diberlakukan lalu lintas satu arah di arteri Puncak arah Jakarta oleh Kepolisian.

“Kami mengimbau pengguna jalan yang ingin menuju kawasan puncak melalui Ruas Tol Jagorawi untuk mengantisipasi rute dan waktu perjalanannya untuk menghindari kepadatan akibat antrean kendaraan,” kata Alvin

Sebelumnya, Jasa Marga mberlakukan contraflow mulai dari KM 44+500 - KM 46+500 Jalan Tol Jagorawi arah Puncak pada pukul 06.20 WIB. Contraflow diberlakukan karena peningkatan volume kendaraan di tengah musim libur Lebaran. 


PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 455.994 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada H1 sampai H+1 libur Lebaran 2025 atau pada Senin-Rabu, 31 Maret-2 April 2025. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak). 

Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 17,3 persen jika dibandingkan lalin normal atau 388.634 kendaraan. Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 215.044 kendaraan (47,2 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 128.694 kendaraan (28,2 persen) dari arah Barat (Merak), dan 112.256 kendaraan (24,6 persen) dari arah Selatan (Puncak).

Read Entire Article
Parenting |