TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memuji mental para pemain Timnas U-17 Indonesia yang berhasil mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0 dalam laga perdana Grup C Piala Asia U-17 2025 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi, Jumat, 4 April 2025.
Meski diserang terus-menerus oleh Taeguk Warriors Muda, Indonesia mampu unggul berkat gol Evandra Florasta pada menit ke-90+1. "Kemenangan yang tidak mudah, dengan tekanan yang begitu luar biasa sepanjang pertandingan, Timnas U-17 menunjukkan mental yang luar biasa dan bisa mencetak gol jelang laga usai," kata Erick dalam akun resmi Instagram miliknya dikutip di Jakarta, Sabtu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Erick menyebut kemenangan atas Korsel, peraih dua gelar juara di ajang ini, merupakan hal yang sangat bermakna. "Sebuah momen bersejarah Timnas Indonesia U-17 berhasil menang 1-0 atas Korea Selatan yang merupakan finalis Piala Asia U-17 2023," kata pria 54 tahun itu.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (ANTARA/RAUF ADIPATI).
Menteri BUMN tersebut kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya atas perjuangan Garuda Muda sepanjang pertandingan melawan Korsel. Ia kemudian meminta Putu Panji dan kawan-kawan untuk tetap fokus menatap dua laga tersisa melawan Yaman dan Afganistan guna meraih tiket bermain di Piala Dunia U-17 2025.
Tiket Piala Dunia U-17 2025 nanti akan menjadi edisi kedua yang Indonesia ikuti setelah edisi pertamanya ketika menjadi tuan rumah pada akhir 2023 yang lalu. "Terima kasih seluruh pemain yang sudah berjuang sekuat tenaga sepanjang pertandingan. Masih ada dua pertandingan penting melawan Yaman dan Afghanistan untuk bisa merebut tiket ke Piala Dunia U-17. Timnas U-17 harus kembali fokus untuk pertandingan berikutnya," kata Erick.
Erick menambahkan, dalam laga krusial kali ini merupakan bukti dari kerja keras Garuda Muda yang terus tampil solid sepanjang pertandingan. Selain itu Erick menilai bahwa kemenangan ini dihasilkan dari kerja keras tim bukan individu.
Erick juga menyinggung bahwa hasil ini diraih berkat salah satu proses pembinaan pemain junior yang dilakukan klub-klub Liga 1 yang juga dipantau perkembangannya oleh PSSI melalui kompetisi-kompetisi yang ada di EPA (Elite Pro Academy), Piala Soeratin, serta Liga 3 dan 4. "PSSI terus berkomitmen menjaga program Timnas dari usia junior hingga senior, termasuk juga Timnas putri," kata Erick.
Menurutnya dia, jika diamati para pemain Timnas U17 saat ini merupakan generasi baru setelah kami di PSSI melakukan persiapan timnas usia muda yang lebih terprogram. "Prinsipnya, tidak akan ada hasil jika tidak kerja keras," tegas Erick.
Dengan tambahan tiga poin mengantarkan Timnas U-17 Indonesia menduduki peringkat satu klasemen sementara Grup C.