Mengenal Green SM, Taksi Listrik yang Terlibat Tabrakan Kereta

7 hours ago 6

PEMERINTAH akan mengevaluasi perusahaan taksi listrik asal Vietnam, Green SM, setelah tragedi tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Kampung Bandan-Cengkareng. Insiden itu terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, pihaknya telah menggelar inspeksi mendadak di pool taksi Green SM di Bekasi pada Selasa, 28 April 2026. “Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya melalui keterangan pers seperti dikutip pada Rabu, 29 April 2026.

Aan mengatakan, sidak itu akan berlanjut ke pool pusat Green SM di Kemayoran untuk memperoleh kesimpulan menyeluruh. Pihaknya juga telah memanggil manajemen taksi Green SM terkait kecelakaan yang melibatkan dua kereta tersebut.

Adapun Green SM Indonesia menyatakan pihaknya menaruh perhatian penuh atas terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. "Yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis manajemen dalam keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram @id.greensm pada Selasa, 28 April 2026.

Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang. Mereka juga mendukung penuh terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung.

Siapa Pemilik Green SM

Layanan taksi Green SM beroperasi di Indonesia sejak Januari 2025. Layanan itu diluncurkan oleh PT Xanh SM Green and Smart Mobility (GSM) Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari perusahaan asal Vietnam, Green and Smart Mobility, milik pimpinan Vingroup, Pham Nhat Vuong.

Berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU), PT Xanh SM Green and Smart Mobility Indonesia tergolong sebagai perseroan penanaman modal asing (PMA). Pemegang saham terbesar perusahaan ini adalah PT Future Mobility Indonesia dan Bizmetrix PTE Ltd. Adapun pengurus perusahaan terdiri atas Deny sebagai direktur, Nguyen Van Thanh sebagai komisaris, serta Nguyen Thi Hong Nhuan.

Sementara itu, pemegang saham terbesar PT Future Mobility Indonesia adalah GSM Green and Smart Mobility Joint Stock Company yang dimiliki Pham Nhat Vuong. PT Future Mobility Indonesia juga dikelola oleh Deny sebagai direktur dan Le Thi Nguyet Minh sebagai komisaris.

Pada awal peluncurannya, CEO Global GSM Nguyen Van Thanh mengatakan layanan taksi Green SM menggunakan mobil listrik merek VinFast Limogreen. Merek ini dikenal sebagai taksi yang bebas polusi, bau bensin, dan suara mesin. Selain itu, Thanh mengklaim armada ini dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pelanggan serta ramah lingkungan.

Dia menyebut Green SM menetapkan standar kualitas dan keandalan di pasar transportasi daring yang dinamis. Mereka juga menetapkan standar tinggi bagi tim pengemudinya. “Dengan memanfaatkan armada kendaraan listrik modern dan tim pengemudi profesional yang terlatih, Xanh SM akan berkontribusi pada transisi Indonesia menuju transportasi listrik sekaligus meningkatkan standar kualitas layanan dalam industri ride-hailing di tingkat regional,” ujar Thanh, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 24 Desember 2024.

Green SM berjanji memberikan pengalaman mobilitas bintang lima melalui “5 Janji Hijau” yang diterapkan di semua pasar, yakni Green Means Excellent Experience, Green Means Professional Drivers, Green Means High-Quality Vehicles, Green Means Affordable Pricing, dan Green Means Environmental Care.

Melansir dari laman Instagram pribadinya, Green SM berdiri pada 2023. Saat itu, mereka mengoperasikan total 100.000 unit kendaraan listrik, seperti mobil listrik, sepeda motor listrik, dan unit yang dikelola mitra perusahaan. Di negara asalnya, Vietnam, Green SM telah memperluas operasinya ke 54 provinsi dan kota, meski menjadi merek pertama yang menyediakan layanan pemesanan mobil listrik di Vietnam.

Pilihan Editor: Mengapa Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan?

Read Entire Article
Parenting |