MUI Minta Pemerintah Buktikan Manfaat Keterlibatan di BoP

6 hours ago 4

MAJELIS Ulama Indonesia atau MUI mengecam keras tindakan penangkapan delegasi Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel dalam pelayaran membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza, Palestina. Ketua MUI Bidang Ukhuwah Zaitun Rasmin meminta pemerintah dapat membuktikan keikutsertaan negara sebagai anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) punya manfaat.

Manfaat yang dimaksud ialah dapat membebaskan sembilan warga negara Indonesia yang diculik militer Israel. “Kami meminta dibuktikan bahwa Board of Peace itu ada gunanya,” kata Zaitun di kantor MUI, Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia mendorong Kementerian Luar Negeri mau memanfaatkan keikutsertaan Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian buatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Adapun Israel, negara yang mengintersepsi puluhan kapal Global Sumud Flotilla, juga tergabung di Board of Peace.

Zaitun berharap Menteri Luar Negeri Sugiono mampu memanfaatkan komunikasi bersama tujuh negara Islam lainnya untuk mendesak Amerika Serikat memerintahkan Israel membebaskan seluruh personel Global Sumud Flotilla 2.0 ini.

Selain itu, dia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera bertindak agar sembilan WNI yang ditangkap tentara Israel dapat bebas dengan selamat. Sebab, dia mengkhawatirkan langkah penyelamatan yang lamban bakal membuat para delegasi Tanah Air mendapat perlakuan buruk oleh Israel. “Kami meminta bertemu Presiden Prabowo secepat-cepatnya bila masalah ini tidak terselesaikan,” ucap Zaitun.

Penangkapan sembilan WNI yang kini telah berada dalam penyanderaan militer Israel ini dilaporkan dalam tiga waktu yang berbeda. Penangkapan pertama terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, dengan korban WNI sebanyak 5 orang. Mereka ditangkap militer Israel di perairan Siprus di atas 3 kapal berbeda, yakni Bolarize, Ozgurluk, dan Josef. 

Di kapal Bolarize, ada jurnalis Republika Bambang Noroyono. Sedangkan di kapal Ozgurluk, ada tiga warga Indonesia, yaitu jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, fotografer Republika Thoudy Badai, dan Rahendro Herubowo. Lalu satu orang lainnya adalah aktivis kemanusiaan bernama Andi Angga yang berada di kapal Josef.

Selanjutnya, penangkapan kedua terkonfirmasi pada Selasa malam sekitar pukul 19.50 WIB. Dalam penyergapan ini, dua WNI yang disandera merupakan relawan dari Dompet Dhuafa yang menumpang di Kapal Zapyro. Mereka adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu.

Adapun dua WNI terakhir yang ditangkap Israel adalah Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso dan Hendro Prasetyo yang merupakan relawan dari SMART 171. Keduanya berada di Kapal Kasr-1. 

Kementerian Luar Negeri menyatakan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI yang diculik Israel. Langkah-langkah itu akan terus ditempuh hingga seluruh WNI yang menjadi delegasi Global Sumud Flotilla dibebaskan.

Read Entire Article
Parenting |