PDIP Ungkap Alasan DPP Belum Gelar Pleno Persiapan Kongres 2025

11 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP belum memastikan pelaksanaan kongres akan berlangsung pada April 2025. Juru bicara PDIP Guntur Romli menyebut hingga saat ini belum ada keputusan waktu dan tempat pelaksanaan kongres tersebut.

"Sampai sekarang belum ada update terkait pelaksanaan kongres, kapan dan di mana pelaksanaannya," ucap Guntur Romli saat dihubungi Tempo melalui aplikasi perpesanan pada Sabtu, 5 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia mengatakan sampai saat ini PDIP juga belum melaksanakan rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk membahas pelaksanaan kongres itu. "Rapat pleno DPP juga belum digelar," ucap Guntur.

Sementara itu, Juru bicara PDIP Aryo Seno Bagaskoro membeberkan alasan belum terlaksananya rapat pleno DPP PDIP. Dia mengatakan rapat tersebut belum terlaksana karena masih dalam momen Lebaran 2025.

"Sampai saat ini, belum ya. Masih momentum Lebaran dan Halal Bihalal," kata Seno kepada Tempo melalui aplikasi perpesanan pada, Sabtu.

Dia mengatakan akan segera memberikan informasi kepada publik mengenai rapat pleno DPP. Termasuk, ucap Seno, kepastian pelaksanaan kongres PDIP yang rencananya akan berlangsung pada April tahun ini.

"Nanti akan diinformasikan jika sudah ada waktu dan tempat pelaksanaan kongresnya," ucap dia.

Kongres PDIP bisa menjadi ajang pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto yang sempat tertunda. Pada hari pertama Lebaran Prabowo mengirim putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo untuk sowan ke Megawati. 

Tak hanya sowan ke Megawati, Didit juga menemui para mantan presiden lain, seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo alias Jokowi. Megawati pecah kongsi dengan Jokowi sejak Pemilihan Presiden 2024.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang turut mendampingi Didit menemui Megawati mengatakan tidak ada pesan khusus dari Prabowo kepada Megawati.

"Pertemuan dengan Bu Mega tidak ada pembicaraan politik sama sekali, hanya ada pembicaraan tentang lebaran," kata Muzani.

Kunjungan Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, nama panjang Didit Prabowo, ke rumah Megawati dinilai sebagai upaya penjajakan sebelum pertemuan Megawati dan Prabowo. Sebab, Prabowo dan Megawati beberapa kali diisukan bakal bertemu. Namun pertemuan itu tak pernah terlaksana.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Didit Prabowo dianggap sebagai sosok yang mewakili Prabowo untuk berkomunikasi dengan elit politik, termasuk Megawati. Pertemuan Didit dan Megawati, kata Adi, bisa dibilang sebagai penjajakan pertemuan Megawati dan Prabowo. 

Ia menilai Didit sebagai Prabowo junior, yang mana gestur dan perilaku Didit mencerminkan sikap Prabowo. “Didit sosok yang disukai banyak kalangan,” kata Adi kepada Tempo, 1 April 2025.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam pembuatan artikel ini.

Read Entire Article
Parenting |