Purbaya soal Pengadaan Motor Listrik MBG: Tahun Lalu Ditolak

1 week ago 6

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal ramainya pemberitaaan soal pengadaan puluhan ribu motor listrik pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Purbaya mengungkapkan bahwa anggaran pengadaan sepeda motor dan komputer untuk program tersebut pernah diajukan tahun lalu.

Meski begitu, usulan tersebut kemudian ditolak oleh Kementerian Keuangan. Pernyataan tersebut merespons video viral yang memperlihatkan gudang penuh sepeda motor dengan logo Badan Gizi Nasional atau BGN.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Tahun lalu sempat kami tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Selasa, 7 April 2026.

Respons Kemenkeu terhadap pengadaan tahun ini, menurut dia, seharusnya sama seperti tahun lalu. Oleh sebab itu, Purbaya menyatakan akan kembali mengecek detail anggaran pengadaan motor listrik tersebut.

Menurut Bendahara Negara itu, pengadaan sepeda motor untuk MBG bukan tidak diperbolehkan. Namun Purbaya menilai anggaran MBG seharusnya diprioritaskan untuk penyediaan makanan. 

Menanggapi video yang beredar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. Dia mengatakan motor tersebut untuk mendukung operasional program makan bergizi gratis, khususnya bagi kepala SPPG.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026. Kendati demikian, dia menyebut motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait.

Menurut Dadan, sepeda motor tersebut masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan. Adapun proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025.

Ia juga membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit. "Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," ucap Dadan, seperti dikutip dari Antara.

Dadan kemudian meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |