Rencana DPD Golkar Maluku Setelah Nus Kei Tewas Dibunuh

4 hours ago 4

DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku belum menentukan waktu pelaksanaan musyawarah daerah atau Musda DPD II Maluku Tenggara seusai pembunuhan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Sekretaris DPD I Partai Golkar Maluku Anos Yermias mengatakan partai akan menentukan pelaksana tugas ketua sebelum menentukan waktu musda.

"Kami sudah sampaikan surat bahwa penundaan pelaksanaan musda sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan," kata Anos saat dihubungi pada Rabu, 29 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Anos, Musda DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara seharusnya berlangsung pada 23 April 2026 lalu. Pihaknya masih berdiskusi dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dan DPD II Maluku Tenggara untuk menentukan pelaksana tugas ketua.

Dia juga meminta agar polisi mengusut tuntas kasus penikaman terhadap Nus Kei. Menurut Anos, polisi jangan berhenti pada penangkapan pelaku pembunuhan. "Perlu mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional," ujar dia.

Anos mengutuk tindakan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap kader Partai Golkar. Menurut dia, tindakan semacam itu tidak bisa ditoleransi.

Saat ini, Polda Maluku menjerat kedua tersangka yakni Finansius Ulukyanan dan Hendrikus Rahayaan dengan pasal pembunuhan berencana. Keduanya ditahan di rumah tahanan Polda Maluku.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Komisaris Besar Rositah Umasugi mengatakan hingga saat ini polisi belum menemukan adanya indikasi perintah orang lain terhadap para tersangka. "Untuk pemeriksaan sementara belum ada indikasi ke arah instruksi pihak lain," kata Rositah saat dikonfirmasi pada Kamis.

Rositah sebelumnya menyebut kedua tersangka diduga menyimpan dendam terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara itu. Menurut Rositah, keduanya menganggap Nus Kei berada di balik kematian Fenansius Wadanubun alias Dani Holat di Bekasi pada 2019. Namun, Rositah meminta publik menunggu hasil pendalaman pemeriksaan oleh Polda Maluku.

Nus ditikam tak lama setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun menggunakan pesawat Lion Air JT880 pada Ahad, 19 April 2026 pukul 10.45 WIT setelah terbang dari Jakarta. Polisi kemudian menangkap kedua tersangka dua jam setelah kejadian.

Read Entire Article
Parenting |