RUPS Bank Sumut: Pemegang Saham Sepakat Kembalikan Dividen

1 week ago 7

RAPAT Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Sumut (Perseroda) Tahun Buku 2025 memutuskan pemegang saham menyetorkan kembali 15 persen deviden 2025 sebagai modal di 2026. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga melakukan penambahan modal sebesar Rp 100 miliar dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp 70 miliar.

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan komitmen bersama untuk memperkuat modal Bank Sumut yang saat ini mencapai Rp 5,4 triliun. Pemerintah Provinsi mendorong Bank Sumut naik kelas dari Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 1 menjadi KBMI 2, yaitu kelompok bank menengah dengan modal inti Rp 6 triliun sampai Rp 14 triliun. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Aturan OJK di 2029 untuk bank minimal Rp 6 triliun. Saat ini, modal inti Rp 5,2 triliun, butuh Rp 800 miliar agar Bank Sumut naik kelas menjadi KBMI 2," kata Bobby usai rapat di kantor pusat Bank Sumut di Medan, Selasa, 7 April 2026.

Dia berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu strateginya dengan memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lain. 

"Kami minta dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan. Kedua, produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan ASN. Bank Sumut harus tumbuh lebih kuat agar memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” ucap Bobby.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah bilang, hasil RUPS menjadi turning point memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional. Menurutnya, keputusan strategis yang dihasilkan menjadi bukti kepercayaan dan komitmen para pemegang saham terhadap kinerja Bank Sumut.

"Penguatan modal tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, jugameningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” ujar Heru.

Tambahan modal difokuskan untuk memperbesar kapasitas intermediasi, khususnya dalam pembiayaan sektor produktif dan program prioritas pemerintah daerah, sehingga Bank Sumut semakin optimal menjalankan perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi regional.

“Kami akan memperkuat penghimpunan dana murah, memperluas inovasi layanan, menghadirkan produk yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” ungkapnya.

Heru juga menegaskan bahwa Bank Sumut akan terus mengedepankan prinsip pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan visi menjadi bank andalan daerah yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami optimistis, dengan sinergi yang solid antara manajemen dan seluruh pemegang saham, target penguatan modal inti sesuai ketentuan regulator dapat tercapai tepat waktu. Ini menjadi fondasi penting Bank Sumut untuk melangkah lebih agresif, adaptif dan kompetitif ke depan,” kata Heru.

Read Entire Article
Parenting |