Sutradara Charles Gozali Ungkap Asal-Usul Film Badut Gendong

3 hours ago 5

MAGMA Entertainment resmi memperkenalkan proyek film horor terbaru bertajuk Badut Gendong. Sutradara Charles Gozali mengungkapkan bahwa film ini merupakan bagian penting dalam perluasan semesta yang sebelumnya telah dibuka melalui film Qodrat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Charles Gozali menjelaskan bahwa ide Badut Gendong lahir secara organik saat proses produksi film Qodrat (2022), tepatnya pada lima hari terakhir syuting saat adegan pertarungan klimaks. Berbeda dengan sosok Ustad Qodrat yang berhadapan dengan entitas jin dan iblis, karakter dalam Badut Gendong dirancang untuk membawa perspektif yang lebih humanis dan emosional.

Kaitan Linimasa dengan Trilogi Qodrat

Salah satu poin menarik yang diungkapkan Charles adalah mengenai pengaturan linimasa yang sangat spesifik untuk membangun semesta ini. Ia menyebutkan bahwa peristiwa dalam film Qodrat 1 hingga 3 berlatar pada 1979 sampai 1980. Sementara itu, Badut Gendong 1 dan 2 akan mengambil latar waktu tepat setelahnya, yaitu tahun 1980 hingga 1981.

"Ada easter egg yang kami taruh, kemudian yang bisa membuat teman-teman yang mengikuti Qodrat akan jelas timeline-nya seperti apa. Karena memang bangun universe, karena kan ingin menghadirkan Qodrat jadi karakter hero baru buat penonton Indonesia. Memang dia kalau bisa dianggap hero kami senang banget gitu," ujar Charles Gozali kepada Tempo, Rabu, 6 Mei 2026. 

Pengaturan ini sengaja dilakukan untuk menghadirkan pengalaman bagi penonton Indonesia layaknya mengikuti semesta film action, namun dalam ranah horor.

Pemilihan sosok "Badut Gendong" sendiri terinspirasi dari pengamatan Charles pada 2011 di Solo. Ia melihat keunikan kostum yang membuat satu orang tampak seperti dua orang, yang kemudian dikembangkan menjadi premis tragis tentang karakter bernama Darso yang tidak ingin kehilangan pasangannya.

Tantangan Fisik dan Emosional Marthino Lio

Aktor Marthino Lio berpose ketika kunjungan film "Badut Gendong" ke kantor Tempo, Jakarta, 6 Mei 2026. Tempo/Fajar Januarta

Aktor Marthino Lio, yang memerankan karakter Darso, mengaku bahwa peran ini sangat berat secara fisik maupun emosional. Secara teknis, Lio harus mengenakan berbagai versi kostum badut yang memiliki beban signifikan. Untuk adegan tertentu yang melibatkan aksi lari atau pengambilan gambar jauh, ia bahkan harus menggendong boneka yang beratnya mencapai 40 kilogram.

Marthino Lio juga menceritakan salah satu momen syuting paling menguras emosi adalah ketika harus melakukan adegan perpisahan dengan istrinya.

"Hari itu pemainnya cuma sendiri, membutuhkan emosi yang lebih dan kebetulan di hari itu ada satu kejadian yang membuat aku juga merasa, 'oh ya udah ini bisa dipakai nih, bisa dipakai kejadian di dalam kehidupan nyata dan disalurkan ke situ'," ungkap Marthino Lio.

Lio menambahkan berbagai tantangan yang dihadapi pada saat proses film. Sebelumnya, ia berusaha untuk beradaptasi dengan adegan yang ia hadapi. "Adaptasi itu pilihan. Jadi ada workshopnya. Sambil pakai kostum hingga kostum setengah jadi sambil pakai kostum bayangannya. Disitulah diajari tari selama proses syuting berlangsung," tuturnya.

Film ini juga diperkuat oleh jajaran aktor ternama lainnya seperti Dayinta, Clara Bernadeth, Derby Romero, hingga aktor senior Barry Prima. Dengan sentuhan desain topeng yang dikerjakan oleh desainer konsep Chris Lie selama dua tahun, Badut Gendong menjanjikan tampilan visual horor yang janggal dan mencekam melalui detail asimetris yang menonjolkan sisi psikologis karakternya. Film Badut Gendong akan ditayangkan di seluruh bioskop Indonesia pada Rabu, 27 Mei 2026.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF

Read Entire Article
Parenting |