PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan terhadap Libanon. Desakan ini muncul karena serangan tersebut berpotensi mengancam gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.
Selama gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Selasa malam waktu Washington, AS dan Iran dijadwalkan akan berunding di Pakistan pada Jumat 10 April 2026 untuk mengakhiri konflik Asia Barat (Timur Tengah).
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan," kata Trump seperti dilansir The Hill.
“Netanyahu akan baik-baik saja. Dia akan sedikit meredam aktivitasnya. Dia punya masalah dengan Hizbullah. Dia akan sedikit meredam aktivitasnya, tetapi dia akan baik-baik saja,” kata Trump kepada jurnalis Israel Neria Kraus dalam wawancara telepon pada Kamis.
Trump juga mengatakan “sangat optimistis” akan potensi kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.
Presiden menggemakan retorika Wakil Presiden JD Vance. Ia mengatakan kepada wartawan yang bepergian bersamanya dalam perjalanan pulang dari Hungaria pada Rabu bahwa Israel harus "sedikit menahan diri" dalam serangan terhadap Libanon.
Debat Soal Gencatan Senjata Mencakup Libanon
Iran maupun Pakistan, mediator gencatan senjata AS-Iran, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dua pekan mencakup penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Libanon.
Namun, Israel melakukan serangan skala terbesar hingga saat ini dalam serangan terbarunya pada Rabu, menghantam 100 lebih lokasi dalam 10 menit, yang mendorong Iran untuk merespons dengan menutup Selat Hormuz. Sedikitnya 254 orang tewas dan seribuan warga Libanon tewas dalam pembantaian Israel dalam satu hari.
Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Libanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena gerakan Hizbullah. Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dia telah menginstruksikan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan langsung dengan Libanon untuk melucuti senjata gerakan Hizbullah dan membangun perdamaian antara kedua negara.
Pada Selasa malam, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan catatan bahwa Teheran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menyusul pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad pada Jumat 10 April 2026.
Gencatan senjata ini merupakan perkembangan positif setelah konflik terbaru di Asia Barat, yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai balasan, Iran kemudian menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah. Teheran juga membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi secara global.

















































