Trump Mulai Lawatan ke Cina, Isu Iran dan Taiwan Jadi Fokus

9 hours ago 10

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungannya ke Cina pada Selasa 12 Mei 2026, dengan menyebut lawatan tersebut akan menjadi sangat menarik dan dinantikan.

Perhatian dunia tertuju pada kemungkinan munculnya perkembangan penting terkait perang Iran maupun isu Taiwan dalam agenda pembicaraan dengan Presiden Cina Xi Jinping.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Seperti dilaporkan Kyodo dan dikutip ANTARA, Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam 13 Mei 2026 dengan didampingi para eksekutif perusahaan besar Amerika Serikat.

Trumo berharap dapat mengamankan kesepakatan bisnis besar antara dua negara dengan perekonomian terbesar dunia, meskipun hubungan dagang AS dan Cina lama diwarnai friksi dan persaingan teknologi.

“Dia adalah sosok yang memiliki hubungan baik dengan kami. Saya pikir Anda akan melihat hal-hal baik akan terjadi. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat menarik,” kata Trump mengenai Xi.

Isu Iran-Taiwan

Namun, banyak pejabat di Asia dan kawasan lain lebih menyoroti peluang penyelesaian perang yang dilancarkan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Ini juga kemungkinan perubahan sikap resmi Washington terkait Taiwan.

Sebelum berangkat ke Beijing, Trump mengatakan akan menggelar pembicaraan panjang dengan Xi mengenai konflik di Timur Tengah. Cina merupakan pembeli terbesar minyak mentah Iran dan menjadi penopang penting ekonomi Teheran.

Di tengah minimnya kemajuan pembicaraan tentang upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, Trump diperkirakan akan meminta Xi "mendesak" Iran agar mau mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, Trump pada Selasa mengatakan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan Cina terkait Iran.

Sehari sebelumnya, Trump juga menyatakan akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Xi. Isu tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu prioritas dalam pertemuan puncak Trump dan Xi selama dua hari pada Kamis 14 Mei-Jumat 15 Mei 2026.

Cina menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak penjualan senjata asing kepada pulau yang berpemerintahan sendiri itu.

Pada Desember, Trump mengumumkan paket penjualan senjata senilai US$11 miliar (sekitar Rp192,7 trilyun) kepada Taiwan, yang memicu reaksi keras Beijing.

Kunjungan itu menjadi lawatan pertama bagi presiden Amerika Serikat ke Cina sejak November 2017. Saat itu, Trump datang ke Beijing di masa jabatan pertamanya.

Trump dan Xi terakhir bertemu pada Oktober tahun lalu di Korea Selatan dan sepakat menghentikan sementara perang dagang kedua negara selama satu tahun.

Menurut Gedung Putih, pertemuan terbaru Trump dan Xi itu akan dimulai Kamis pagi setelah upacara penyambutan resmi. Kedua pemimpin dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven pada Kamis sore sebelum menghadiri jamuan kenegaraan.

Selanjutnya, Jumat, Trump akan makan siang formal bersama dengan Xi sebelum pulang.

Read Entire Article
Parenting |