Volume Kendaraan yang Tinggalkan Yogyakarta Meningkat pada H+2 Lebaran

18 hours ago 2

TEMPO.CO, Yogyakarta - Volume kendaraan yang keluar dari Yogyakarta mulai meningkat signifikan hingga H+2 Lebaran, Rabu petang, 2 April 2025. Dari hasil pantauan CCTV batas-batas provinsi DI Yogyakarta, volume kendaraan yang keluar dari Yogyakarta mulai meningkat hingga di atas 100 ribu kendaraan per hari sejak hari H Lebaran (Senin) hingga Rabu.

Juru Bicara Polda DIY Komisaris Besar Polisi, Ihsan, menuturkan bahwa dari hasil amatan CCTV ini pada hari Lebaran pertama jumlah kendaraan yang keluar Yogyakarta terpantau masih dikisaran 40-50 ribu kendaraan. Namun di hari Lebaran kedua, Selasa, 1 April jumlahnya melesat menjadi 115.464 kendaraan dan pada Rabu, 2 April melonjak menjadi 156 ribu kendaraan lebih.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perbatasan utara dan timur Yogyakarta menjadi titik arus balik tertinggi kendaraan yang terpantau keluar Yogyakarta pasca-Lebaran. Di sisi utara Yogyakarta persisnya area Tempel Sleman yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang Jawa Tengah, dari perhitungan pagi hari hingga pukul 12.00 WIB saja ada sebanyak 23.753 kendaraan melintas meninggalkan Yogyakarta.

Selain itu, di waktu yang sama, di batas timur Yogyakarta, persisnya area Prambanan jumlah kendaraan yang keluar Yogyakarta dalam sehari sebanyak 21.029 kendaraan. Sedangkan di akses keluar tol Yogya-Solo di Tamanmartani ada sebanyak 3.078 kendaraan melintas.

Rekayasa Lalu Lintas

Per 1 April, polisi telah menerapkan rekayasa arus balik untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mulai terjadi sebelum masuk tol Tamanmartani, Sleman. Petugas menerapkan rekayasa one way di jalan arteri sekitar tol fungsional mulai Jalan Yogya-Solo tepatnya di simpang tiga lapangan Raden Ronggo menuju arah utara ke tol.

Rekayasa itu dengan membuka tol satu arah saja menuju timur ke Gerbang Tol Prambanan. Jadi, kendaraan dari Yogya yang hendak masuk area Klaten atau Solo melalui tol hanya bisa masuk dari arah selatan.

Mengantisipasi kelonjakan volume kendaraan tersebut, Polda DIY mengaku telah mengerahkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan yang sering dilalui pemudik. "Kami terus melakukan pemantauan dan mengatur arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik, pengendara juga kami imbau terus berhati-hati berkendara dengan peningkatan arus ini," kata Ihsan.

Kecelakaan Lalu Lintas

Polda DIY mencatat sejumlah kasus kecelakaan yang terjadi di masa libur Lebaran sejak awal pekan ini. Pada Rabu, kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil bermuatan lima penumpang asal Sumedang, Jawa Barat tiba tiba oleng lalu menabrak cor pinggir jalan di Jalan Yogya-Wonosari, Patuk, Gunungkidul. Akibat kecelakaan yang diduga akibat supir tidak konsentrasi itu membuat dua orang terluka.

Selain itu pada Rabu, sebuah mobil pemudik asal Cirebon Jawa Barat juga mengalami kecelakaan setelah tanpa kendali menabrak pohon beringin di utara Masjid Gede Kauman, Kota Yogyakarta. 

Mobil itu turut menabrak seorang pengunjung asal Gresik Jawa Timur yang sedang bersantai di warung sekitar pohon beringin tersebut. Keduanya baik supir dan korban yang ditabrak dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah untuk dirawat. Kejadian ini diduga kepolisian akibat supir yang mengantuk.

Adapun sehari sebelumnya, Selasa 1 April 2025, kepolisian DI Yogyakarta juga mencatat kasus kecelakaan yang menewaskan salah satu anggotanya di Jalan Baru Gading-Gedangsari, Playen, Gunungkidul. Kecelakaan yang melibatkan motor dengan mobil itu diduga karena kurang konsentrasi saat berkendara. Saat itu anggota Polri, Dimas Satria yang sedang mengendarai motor tiba-tiba melaju terlalu ke kanan hingga keluar dari jalur sehingga bertabrakan dengan mobil pemudik asal Bekasi dari arah berlawanan.

Read Entire Article
Parenting |