AirAsia Buka Rute ke Bahrain di Tengah Perang Iran-AS

1 week ago 25

MASKAPAI AirAsia X menyatakan akan mengembangkan Bahrain sebagai hub strategis yang menghubungkan kawasan Asia dan Eropa kendati saat ini tengah terjadi konflik di kawasan Timur Tengah atau perang Iran-Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Komisaris Utama Non-Eksekutif AirAsia Tan Sri Jamaludin.

"Rute ini (ke Bahrain) dijadwalkan mulai beroperasi pada 26 Juni 2026. Dengan harapan kondisi kawasan akan semakin kondusif," kata Jamaludin saat media briefing melalui saluran zoom, Senin, 6 April 2026. Ia menyatakan rute baru ini merupakan bagian dari langkah strategis AirAsia X (Grup) dalam menghadapi kenaikan biaya bahan bakar dan meningkatnya ketidakpastian di industri aviasi global.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jamaludin mengatakan di tengah lingkungan operasional yang semakin kompleks, perusahaan tetap yakin pada ketahanan model bisnis, kekuatan jaringan ASEAN, serta prospek pertumbuhan jangka panjang kawasan. "Permintaan perjalanan tetap solid, sekaligus memperkuat komitmen Grup dalam menjadikan Kuala Lumpur sebagai hub utama untuk konektivitas regional yang seamless dan terjangkau," ucapnya. 

Sementara itu, Jamaludin menegaskan AirAsia secara proaktif mengalihkan kapasitas ke rute dengan performa dan yield yang lebih kuat seperti Almaty, Tashkent, dan Istanbul, guna menangkap permintaan yang terdistrupsi. "Di saat yang sama, pengembangan hub domestik di Senai, Johor Bahru juga terus dieksplorasi sebagai bagian dari strategi jangka menengah," kata Jamaludin. 

Jamaludin Ibrahim yang baru dilantik sebagai Komisaris Utama Non-Eksekutif AirAsia X menjelaskan fase ini menjadi momentum yang sangat menarik, khususnya setelah konsolidasi tujuh entitas maskapai short haul dan medium haul menjadi satu grup yang lebih solid dan terintegrasi. 

Ia menegaskan, di tengah ketidakpastian global, AirAsia X memasuki fase ini dari posisi yang kuat. "Fundamental Grup tetap solid, didukung oleh struktur biaya yang efisien dan disiplin, jaringan berbasis ASEAN yang resilient, serta konektivitas Fly-Thru yang memungkinkan respons cepat terhadap dinamika pasar," tutur Jamaludin. 

Ke depan, ia menambahkan, AirAsia  memastikan kelincahan operasional dan tata kelola yang kuat, sekaligus melanjutkan pondasi bisnis yang telah terbangun. "Tantangan saat ini tidak hanya dihadapi maskapai, tetapi seluruh ekosistem aviasi, sehingga kolaborasi dengan mitra menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri," kata Jamaludin. 

AirAsia, kata Jamaludin, terus membuka peluang ekspansi, termasuk penambahan pesanan pesawat dan opsi sewa tambahan untuk mendukung rencana pertumbuhan dan perluasan jaringan ke lebih banyak destinasi. 

Advisor to AirAsia X Tony Fernandes menambahkan Jamaludin akan memainkan peran penting dalam babak baru AirAsia X sebagai grup maskapai terintegrasi. "Kedalaman pengalaman dan governance beliau memperkuat peran Dewan Komisaris, sekaligus melengkapi kapabilitas tim manajemen," kata Tony. 

Tony optimistis  AirAsia X akan terus meningkatkan performa dan menghadirkan nilai tambah serta keandalan bagi pelanggan, mitra, dan investor. 

Di saat yang sama, kata Tony, kekuatan ekosistem Capital A terus menjadi faktor penopang utama mendorong efisiensi biaya sekaligus meningkatkan potensi pendapatan melalui sinergi AirAsia MOVE, optimasi biaya oleh ADE, serta pemanfaatan kapabilitas teknologi AirAsia NEXT untuk memaksimalkan penjualan. 

Read Entire Article
Parenting |