Apa itu Ptosis? Penyebab Kelopak Mata Turun, Gejala, dan Cara Mengatasinya

1 week ago 15

CANTIKA.COM, Jakarta - Pernah merasa kelopak mata terlihat turun, tampak sayu, atau terasa berat meski tidak mengantuk? Kondisi ini bisa jadi bukan sekadar kelelahan, melainkan ptosis, sebuah istilah medis untuk kelopak mata atas yang turun secara tidak normal.

Ptosis dapat terjadi pada satu mata atau kedua mata sekaligus. Pada sebagian orang, kondisi ini hanya memengaruhi penampilan, tetapi pada kasus tertentu, ptosis bisa mengganggu penglihatan dan aktivitas sehari-hari.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun lebih rendah dari posisi normal. Hal ini biasanya disebabkan oleh melemahnya otot pengangkat kelopak mata (levator palpebrae superioris) atau gangguan pada saraf yang mengontrol otot tersebut.

Tingkat keparahan ptosis bisa berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat. Pada kasus berat, kelopak mata bahkan bisa menutupi pupil dan menghalangi pandangan.

Gejala Ptosis yang Perlu Diperhatikan

Beberapa gejala ptosis yang umum dialami, antara lain:

  • Kelopak mata atas tampak turun atau mengendur

  • Mata terlihat tidak simetris

  • Pandangan terasa terhalang

  • Mata cepat lelah

  • Sering mengangkat alis atau mendongakkan kepala agar bisa melihat lebih jelas

Jika kebiasaan mengangkat alis atau menegakkan kepala sering dilakukan tanpa sadar, hal ini bisa menjadi tanda ptosis yang tidak disadari.

Penyebab Ptosis

Ptosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung usia dan kondisi kesehatan seseorang.

1. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, otot dan jaringan penyangga kelopak mata dapat melemah. Inilah penyebab ptosis yang paling sering terjadi pada orang dewasa.

2. Ptosis Bawaan

Beberapa bayi lahir dengan ptosis akibat perkembangan otot kelopak mata yang tidak sempurna sejak dalam kandungan.

3. Cedera atau Operasi Mata

Trauma pada mata atau efek samping dari prosedur operasi tertentu dapat merusak otot atau tendon pengangkat kelopak mata.

4. Gangguan Saraf atau Otot

Penyakit tertentu seperti gangguan saraf, stroke, atau myasthenia gravis juga bisa memicu terjadinya ptosis.

Apakah Ptosis Berbahaya?

Ptosis ringan biasanya tidak berbahaya dan hanya berdampak pada penampilan. Namun, jika kelopak mata turun hingga menutupi pupil, kondisi ini bisa:

  • Mengganggu penglihatan

  • Menyebabkan sakit leher akibat posisi kepala yang tidak normal

  • Pada anak-anak, berisiko menyebabkan gangguan perkembangan penglihatan

Karena itu, ptosis tidak boleh dianggap sepele, terutama jika terjadi secara tiba-tiba atau semakin memburuk.

Cara Mengatasi Ptosis

Penanganan ptosis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

1. Pemantauan Medis

Untuk ptosis ringan yang tidak mengganggu penglihatan, dokter biasanya hanya menyarankan observasi rutin.

2. Operasi Kelopak Mata

Pada kasus yang mengganggu fungsi penglihatan, operasi untuk memperbaiki otot pengangkat kelopak mata menjadi pilihan utama dan umumnya aman dilakukan.

3. Alat Bantu

Beberapa orang menggunakan alat penyangga kelopak mata pada kacamata untuk membantu membuka mata tanpa tindakan operasi.

4. Obat Tetes Mata

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat tetes khusus untuk membantu mengangkat kelopak mata sementara.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter mata jika:

  • Kelopak mata turun semakin parah

  • Pandangan terganggu

  • Ptosis muncul tiba-tiba

  • Terjadi pada anak kecil

Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Ptosis bukan hanya soal mata terlihat mengantuk. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kesehatan otot, saraf, dan fungsi penglihatan. Meski tidak selalu berbahaya, ptosis perlu diperiksa oleh dokter mata, terutama jika mulai mengganggu aktivitas harian.

Pilihan Editor: Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Probiotik dan Prebiotik untuk Kesehatan Usus

CLEVELAND CLINIC | AAO.ORG

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |