CANTIKA.COM, Jakarta - Pernah merasa kelopak mata terlihat turun, tampak sayu, atau terasa berat meski tidak mengantuk? Kondisi ini bisa jadi bukan sekadar kelelahan, melainkan ptosis, sebuah istilah medis untuk kelopak mata atas yang turun secara tidak normal.
Ptosis dapat terjadi pada satu mata atau kedua mata sekaligus. Pada sebagian orang, kondisi ini hanya memengaruhi penampilan, tetapi pada kasus tertentu, ptosis bisa mengganggu penglihatan dan aktivitas sehari-hari.
Apa Itu Ptosis?
Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun lebih rendah dari posisi normal. Hal ini biasanya disebabkan oleh melemahnya otot pengangkat kelopak mata (levator palpebrae superioris) atau gangguan pada saraf yang mengontrol otot tersebut.
Tingkat keparahan ptosis bisa berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat. Pada kasus berat, kelopak mata bahkan bisa menutupi pupil dan menghalangi pandangan.
Gejala Ptosis yang Perlu Diperhatikan
Beberapa gejala ptosis yang umum dialami, antara lain:
Kelopak mata atas tampak turun atau mengendur
Mata terlihat tidak simetris
Pandangan terasa terhalang
Mata cepat lelah
Sering mengangkat alis atau mendongakkan kepala agar bisa melihat lebih jelas
Jika kebiasaan mengangkat alis atau menegakkan kepala sering dilakukan tanpa sadar, hal ini bisa menjadi tanda ptosis yang tidak disadari.
Penyebab Ptosis
Ptosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung usia dan kondisi kesehatan seseorang.
1. Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, otot dan jaringan penyangga kelopak mata dapat melemah. Inilah penyebab ptosis yang paling sering terjadi pada orang dewasa.
2. Ptosis Bawaan
Beberapa bayi lahir dengan ptosis akibat perkembangan otot kelopak mata yang tidak sempurna sejak dalam kandungan.
3. Cedera atau Operasi Mata
Trauma pada mata atau efek samping dari prosedur operasi tertentu dapat merusak otot atau tendon pengangkat kelopak mata.
4. Gangguan Saraf atau Otot
Penyakit tertentu seperti gangguan saraf, stroke, atau myasthenia gravis juga bisa memicu terjadinya ptosis.
Apakah Ptosis Berbahaya?
Ptosis ringan biasanya tidak berbahaya dan hanya berdampak pada penampilan. Namun, jika kelopak mata turun hingga menutupi pupil, kondisi ini bisa:
Mengganggu penglihatan
Menyebabkan sakit leher akibat posisi kepala yang tidak normal
Pada anak-anak, berisiko menyebabkan gangguan perkembangan penglihatan
Karena itu, ptosis tidak boleh dianggap sepele, terutama jika terjadi secara tiba-tiba atau semakin memburuk.
Cara Mengatasi Ptosis
Penanganan ptosis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.
1. Pemantauan Medis
Untuk ptosis ringan yang tidak mengganggu penglihatan, dokter biasanya hanya menyarankan observasi rutin.
2. Operasi Kelopak Mata
Pada kasus yang mengganggu fungsi penglihatan, operasi untuk memperbaiki otot pengangkat kelopak mata menjadi pilihan utama dan umumnya aman dilakukan.
3. Alat Bantu
Beberapa orang menggunakan alat penyangga kelopak mata pada kacamata untuk membantu membuka mata tanpa tindakan operasi.
4. Obat Tetes Mata
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat tetes khusus untuk membantu mengangkat kelopak mata sementara.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter mata jika:
Kelopak mata turun semakin parah
Pandangan terganggu
Ptosis muncul tiba-tiba
Terjadi pada anak kecil
Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Ptosis bukan hanya soal mata terlihat mengantuk. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kesehatan otot, saraf, dan fungsi penglihatan. Meski tidak selalu berbahaya, ptosis perlu diperiksa oleh dokter mata, terutama jika mulai mengganggu aktivitas harian.
Pilihan Editor: Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Probiotik dan Prebiotik untuk Kesehatan Usus
CLEVELAND CLINIC | AAO.ORG
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4548967/original/094336900_1692782124-tanaphong-toochinda-FEhFnQdLYyM-unsplash.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327418/original/014991800_1756180726-alexandr-podvalny-TciuHvwoK0k-unsplash.jpg)

