Aruma Ajak Pendengar Pulang ke Diri Sendiri Lewat Single Jalan Buntu

4 hours ago 6

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada kalanya kita tahu sebuah hubungan sudah tidak lagi membawa kita ke mana-mana. Bukan karena tidak menyadari kenyataannya, yang mana kadang terasa masih ada rasa sayang dan sedikit harapan bahwa semuanya bisa berubah. Perasaan berada di antara bertahan dan pergi inilah yang coba dibicarakan Aruma lewat single terbarunya, “Jalan Buntu”.

Setelah menghadirkan sejumlah karya, Aruma kembali menyapa pendengar dengan lagu yang terasa lebih personal dan emosional. Berbeda dari cerita tentang menerima keadaan atau bangkit setelah kehilangan yang hadir dalam beberapa karya sebelumnya, “Jalan Buntu” justru membawa pendengar ke fase ketika semuanya belum benar-benar selesai, di mana ada keraguan, harapan, sekaligus ketakutan kehilangan yang berjalan bersamaan.

Bercerita tentang karya terbarunya, lirik lagu ini sudah lebih dulu ditulis Aruma sebelum akhirnya berkembang menjadi sebuah aransemen utuh. Ide tersebut muncul ketika ia memikirkan bagaimana kehadiran seseorang bisa mengubah kehidupan yang sebelumnya baik-baik saja dalam kesendirian. Hubungan yang awalnya terasa menyenangkan perlahan justru menghadirkan ketakutan baru, yaitu kehilangan orang lain sekaligus kehilangan diri sendiri.

Konflik tersebut pun terangkum dalam salah satu liriknya, “Sebab dua kemungkinan yang kutahu, kehilanganmu atau kehilangan aku.” Bagi Aruma, kalimat tersebut menjadi inti dari “Jalan Buntu”. Ada pilihan yang sama-sama terasa berat: kehilangan seseorang yang disayangi atau terus bertahan hingga perlahan kehilangan diri sendiri.

Dibangun Bersama Dimas Wibisana dan Willmara

Dalam proses produksinya, Aruma kembali bekerja sama dengan Dimas Wibisana dan Willmara. Aruma membawa lirik sekaligus cerita yang telah ia tulis, kemudian ketiganya mengembangkan lagu tersebut bersama-sama hingga menemukan bentuk yang dianggap paling sesuai dengan emosinya.

Bukan kolaborasi pertama, sebelumnya keduanya bekerja sama dalam lagu “Rindu Berjatuhan”, yang menjadi salah satu karya favorit Aruma dalam album "Berbunga". Kembali berada di studio bersama Dimas untuk lagu "Jalan Buntu" pun menjadi salah satu bagian yang ia nikmati dalam proses pengerjaan single ini.

Ruang untuk Pendengar

Menariknya, “Jalan Buntu” tidak dibuat untuk memberikan jawaban secara gamblang, Aruma justru ingin pendengar memiliki ruang untuk membaca lagu tersebut berdasarkan pengalaman masing-masing. “Aku tidak mau lagunya terasa seperti sedang menjelaskan sesuatu. Aku ingin orang yang mendengarkan bisa punya ruang untuk mengartikan dan merasakan ceritanya dengan pengalaman mereka masing-masing,” ujar Aruma dalam penyataan tertulisnya. 

Secara emosional, lagu ini juga memperlihatkan sisi Aruma yang lebih rapuh dan sedikit lebih gelap. Ia tidak sedang bercerita dari titik ketika semuanya sudah selesai. Sebaliknya, ia berada di tengah perjalanan, ketika seseorang masih mempertanyakan apakah harus bertahan atau mulai memilih dirinya sendiri.

“Kadang kita terlalu sibuk mencari alasan untuk bertahan karena masih sayang, sampai lupa bertanya apakah kita masih bahagia di dalamnya. Mungkin, tidak semua orang yang kita sayang memang ditakdirkan untuk tinggal. Aku ingin lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang berada di persimpangan itu, yang masih sayang dan masih berharap, tapi mulai sadar bahwa mungkin sudah waktunya memilih diri sendiri," tandas Aruma.

Pilihan Editor: Aruma Raih Penghargaan Pendatang Baru Terbaik di AMI Awards 2023

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |