AS Gelar Perundingan Kedua Israel-Libanon pada Kamis

6 hours ago 2

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah putaran kedua negosiasi Israel-Libanon di Departemen Luar Negeri AS pada Kamis, kata seorang juru bicara kepada Anadolu.

“Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan tingkat duta besar antara Israel dan Libanon pada hari Kamis, 23 April, di Departemen Luar Negeri,” kata juru bicara tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada 14 April. Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan dengan itikad baik antara kedua pemerintah,” tambah juru bicara Departemen Luar Negeri.

Presiden Libanon Joseph Aoun mengatakan pada Senin bahwa pembicaraan dengan Israel bertujuan untuk menghentikan permusuhan, mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon selatan, dan memastikan penempatan tentara Lebanon ke perbatasan yang diakui secara internasional.

Sejak 2 Maret, Israel telah melakukan serangan di Lebanon yang telah menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang dimulai tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.

Trump juga mengatakan pada Jumat bahwa Washington secara aktif melarang Israel melakukan serangan tambahan terhadap Libanon seiring dengan berlakunya gencatan senjata yang baru terbentuk.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan pada Jumat bahwa Israel bermaksud untuk mempertahankan kendali atas semua wilayah yang didudukinya di Libanon selatan selama serangan baru-baru ini.

Libanon Siap Negosiasi Langsung

Libanon akan melanjutkan negosiasi bilateral dengan Israel untuk mengakhiri permusuhan dan memulihkan kedaulatan, kata Presiden Joseph Aoun.

“Negosiasi bilateral akan dipimpin oleh Lebanon melalui delegasi yang diketuai oleh Duta Besar Simon Karam, dan tidak ada pihak lain yang akan berpartisipasi dalam misi ini atas nama Libanon atau menggantikannya,” demikian pernyataan kantor presiden seperti dilansir Antara.

Karam merupakan diplomat Libanon yang sebelumnya memegang sejumlah posisi di pemerintahan sipil dan memiliki pengalaman dalam negosiasi internasional.

Aoun juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Trump, yang menyatakan pemahaman terhadap posisi Libanon dan mendukung upaya mencapai gencatan senjata serta memulai proses negosiasi.

“Kami dihadapkan pada pilihan: melanjutkan perang dengan segala konsekuensinya, atau merundingkan akhir konflik dan mencapai stabilitas berkelanjutan. Saya memilih jalur negosiasi,” kata Aoun seperti dikutip kantornya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa negosiasi mendatang akan terpisah dari proses lainnya, dan keberhasilannya bergantung pada dukungan domestik yang luas di Libanon.

Netanyahu menyatakan bahwa militer Israel akan mengendalikan zona penyangga sedalam 10 kilometer di wilayah selatan Lebanon, sebuah langkah pencaplokan wilayah kedaulatan Libanon. Ia juag menegaskan tidak berniat memenuhi tuntutan dari kelompok Libanon, Hizbullah.

Pilihan Editor:

Read Entire Article
Parenting |